Aceh Timur Krimsus86.com –Selasa 26 Mei 2026, Desakan agar dana publikasi 4 desa di Kecamatan Simpang Ulim segera dikembalikan kepada yang berhak semakin menguat. Ketua Publikasi Kabupaten Aceh Timur Masri.SP diminta segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut dan merusak kepercayaan publik terhadap program keterbukaan informasi desa.
Desakan itu muncul setelah Saipul Ismail, wartawan yang menangani publikasi 4 desa di Simpang Ulim, mengaku belum menerima dana publikasi tahun 2026 senilai Rp3,2 juta. Menurut Saipul, setiap desa dialokasikan dana Rp1 juta untuk publikasi keterbukaan informasi publik.
“Saya yang mengerjakan publikasi 4 desa ini, yaitu Desa Teupin Mamplam, Desa Peulalu, Desa Titi Baruh, dan Desa Pucok Alue Barat di Kecamatan Simpang Ulim. Tapi sampai sekarang dana tersebut belum saya terima,” ujar Saipul Ismail kepada redaksi tribunendonesia.com.
Saipul juga menyebut nomor WhatsApp-nya diblokir setelah ia menghubungi Masri SP untuk mempertanyakan dana publikasi tersebut.
Ia membantah pernah diberitahu soal pemindahan tugas ke Birem Bayem.
“Ketua Masri tidak pernah ngomong apa pun ke saya. Demi Allah, saya kaget tahu-tahu katanya sudah dipindahkan,” ujar Saipul. Pernyataan soal pemindahan itu sebelumnya disampaikan Masri SP kepada Sekjen Apdesi Aceh Timur, Romi Syahputra SH MH.
Dana publikasi desa merupakan bagian dari anggaran Dana Desa yang wajib dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai UU Desa dan Permendes PDTT. Jika dana tersebut memang diperuntukkan bagi Saipul, maka hak itu harus dikembalikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Redaksi mendesak Ketua Publikasi Kabupaten Aceh Timur, Masri SP, agar segera mengembalikan dana tersebut kepada Saipul Ismail, atau memberikan klarifikasi resmi jika ada alasan lain yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Masri SP belum membuahkan hasil karena nomor yang bersangkutan tidak aktif.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Masri SP dan pihak terkait sesuai Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik. Berita ini akan diperbarui jika ada keterangan resmi.
Laporan: Saipul Ismail, Aceh Timur






