INDRAMAYU – KRIMSUS86.COM Pelaksanaan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jembatan Ciperawan, Blok Samakrombeng, Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan publik setelah kondisi pelaksanaannya viral di media sosial. Kegiatan yang semestinya menghadirkan ruang publik sehat, nyaman, dan bebas kendaraan bermotor tersebut justru menuai kritik akibat kondisi lokasi yang dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Pada kegiatan yang berlangsung Jumat (30/10/2026), sejumlah warga mengaku kecewa dengan situasi di lapangan. Mereka datang bersama keluarga dengan harapan dapat menikmati suasana pagi yang aman dan nyaman. Namun, kondisi di Jembatan Ciperawan justru memperlihatkan kepadatan pengunjung, lapak pedagang kaki lima, serta kendaraan roda dua dan roda empat yang masih melintas di jalur yang sama.
Tidak adanya penutupan akses kendaraan secara menyeluruh maupun pengaturan arus lalu lintas yang memadai menjadi perhatian serius. Pejalan kaki, termasuk anak-anak dan warga lanjut usia, harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor di area jembatan yang relatif terbatas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan panitia dalam mengantisipasi risiko keselamatan, termasuk penerapan standar operasional prosedur (SOP), pengamanan lokasi, serta rekayasa lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Sorotan lainnya muncul terkait penyebutan istilah CFD. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pihak panitia sempat menggunakan istilah Cholesterol Free Day atau Hari Bebas Kolesterol, bukan Car Free Day sebagaimana pemahaman umum kegiatan hari bebas kendaraan bermotor.
Perbedaan istilah tersebut turut menjadi perbincangan masyarakat, terutama karena konsep dan pelaksanaan kegiatan dinilai perlu memiliki kejelasan tujuan, mekanisme, serta standar keselamatan.
Menanggapi polemik yang berkembang, Camat Bongas, Dedi Irawan, menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan mengundang seluruh pihak terkait untuk membahas dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui pesan singkat WhatsApp, Dedi Irawan mengonfirmasi rencana pertemuan pada Minggu mendatang.
“Hari Minggu nanti akan ada pertemuan untuk membahas terkait Car Free Day yang sebelumnya diistilahkan oleh ketua panitia sebagai Cholesterol Free Day,” ujar Dedi Irawan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengurai persoalan sekaligus mencari solusi agar kegiatan serupa dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat tidak menutup mata terhadap potensi positif kegiatan tersebut dalam menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran pedagang dan aktivitas ekonomi lokal dinilai dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Namun, kepentingan ekonomi tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan. Apabila kegiatan tersebut tetap dilaksanakan di Jembatan Ciperawan, panitia dan pihak terkait perlu memastikan adanya pengaturan lalu lintas yang jelas, pembatasan atau penutupan kendaraan bermotor selama kegiatan, pengamanan pengunjung, serta penataan lapak pedagang agar tidak mengganggu akses pejalan kaki.
Publik berharap hasil evaluasi nantinya tidak berhenti pada rapat koordinasi semata, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata dan perbaikan sistem penyelenggaraan.
Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kegiatan yang bertujuan menghadirkan ruang publik sehat justru berubah menjadi ancaman bagi masyarakat yang datang bersama keluarganya.
Sumber: Ketua IWOI Indramayu, Atim Sawano.
Wardono Hs., S.E.
Korwil Jawa Barat
KRIMSUS86.COM – Tegas, Lugas, Terpercaya.






