CEGAH TERULANG, POLRES TOBA BERIKAN PEMBINAAN KEPADA SISWA SMP NEGERI 2 PORSEA YANG TERLIBAT PERKELAHIAN

TOBA | Krimsus86.com – Menyikapi viralnya video perkelahian yang melibatkan sejumlah siswa SMP Negeri 2 Porsea di media sosial Instagram, Polres Toba bersama pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan menggelar kegiatan pembinaan dan edukasi kepada para siswa yang terlibat, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 2 Porsea tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Porsea, Dra. Risma HB Napitupulu, M.Pd, Kapolsek Porsea IPTU Rollys Marpaung, KBO Reskrim Polres Toba IPTU Tarzan Simangunsong, para guru, orang tua siswa yang terlibat, serta sejumlah siswa yang menjadi saksi kejadian.

Berita Lainnya

Perkelahian antar pelajar diketahui terjadi pada Sabtu (6/6/2026) dan videonya kemudian beredar luas di media sosial sehingga mendapat perhatian masyarakat. Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak sekolah bersama kepolisian melakukan pembinaan sebagai langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Dalam arahannya, Kapolsek Porsea IPTU Rollys Marpaung menegaskan pentingnya menjaga pergaulan, menghindari tindakan kekerasan, serta menggunakan media sosial secara bijak. Ia mengingatkan para siswa bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka.

“Pembinaan ini bukan semata-mata untuk memberikan teguran, tetapi sebagai upaya menyelamatkan masa depan anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas IPTU Rollys Marpaung.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Toba IPTU Tarzan Simangunsong memberikan edukasi dan pemahaman hukum kepada para siswa mengenai dampak dari tindakan kekerasan, perundungan, serta berbagai pelanggaran yang melibatkan anak-anak.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Porsea, Dra. Risma HB Napitupulu, M.Pd, menyampaikan komitmen pihak sekolah untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen untuk memperbaiki diri, para siswa yang terlibat dalam perkelahian tersebut juga membuat surat pernyataan yang berisi janji untuk tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang.

Dari hasil pembinaan diketahui bahwa lokasi biliar di sekitar Jembatan Porsea kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah pelajar dan diduga menjadi lokasi awal terjadinya perselisihan yang berujung pada perkelahian. Menyikapi hal tersebut, Polres Toba bersama pemerintah setempat akan meningkatkan pengawasan melalui kegiatan razia dan patroli di sejumlah titik yang sering dijadikan tempat nongkrong para pelajar.

Adapun siswa yang merekam dan mengunggah video perkelahian tersebut ke media sosial tidak dapat menghadiri kegiatan pembinaan karena sedang menjalani perawatan akibat mengalami kecelakaan.

Kegiatan pembinaan dan pertemuan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Polres Toba bersama pihak sekolah berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelajar untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara damai serta menjauhi segala bentuk tindakan kekerasan.

(Arzaq Khair)

Pos terkait