Bupati Sofyan Kaepa Turun Tangan Atasi Krisis Air Bersih di RSUD Banggai Laut

BANGGAI LAUT | Krimsus86.com, 18 Agustus 2026 — Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, turun langsung menangani persoalan krisis air bersih yang sempat mengganggu kebutuhan vital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banggai Laut, Selasa (18/8/2026).

Peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan ketersediaan air darurat sekaligus menjamin pelayanan kesehatan bagi pasien, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta keluarga pasien tetap berjalan dengan baik.

Berita Lainnya

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Banggai Laut menambah dua unit tangki penampungan air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Selain itu, disiapkan pula lima tong air tambahan dengan kapasitas masing-masing 2.500 liter.

Penambahan fasilitas penampungan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan cadangan air di lingkungan RSUD, terutama ketika distribusi utama dari jaringan air bersih mengalami kendala teknis.

Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan krisis tidak cukup hanya mengandalkan pasokan air melalui mobil tangki. Diperlukan solusi permanen agar fasilitas pelayanan kesehatan tidak kembali mengalami persoalan serupa di kemudian hari.

Bupati Sofyan Kaepa bersama pihak terkait kemudian meninjau sejumlah alternatif sumber air baru. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah mata air di wilayah Desa Adean. Peninjauan dilakukan bersama kepala desa setempat dan jajaran teknis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Sumber mata air tersebut selanjutnya akan dikaji secara teknis, terutama menyangkut debit dan kualitas air. Hasil kajian akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan jaringan perpipaan baru yang nantinya dapat dialirkan secara khusus menuju RSUD Banggai Laut.

Selain rencana pembangunan jaringan pipa dari Desa Adean, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pembangunan bak penampungan air berkapasitas besar di area belakang rumah sakit. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari sistem cadangan air mandiri untuk kebutuhan RSUD dalam jangka panjang.

Selama proses penanganan berlangsung, pasokan air ke rumah sakit dilakukan melalui kolaborasi lintas armada. Mobil tangki PDAM, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) disiagakan untuk melakukan pengisian air secara berkala.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh wadah penampungan darurat tetap terisi sehingga aktivitas pelayanan medis, sanitasi, kebersihan, dan keperawatan dapat berlangsung tanpa hambatan.

Bupati Sofyan Kaepa menegaskan bahwa ketersediaan air bersih di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat vital. Air tidak hanya diperlukan untuk sanitasi dan kebersihan lingkungan rumah sakit, tetapi juga menunjang higienitas peralatan medis serta kenyamanan pasien.

Respons cepat pemerintah daerah di lapangan diharapkan menjadi langkah awal bagi pembenahan sistem penyediaan air bersih di lingkungan RSUD Banggai Laut secara menyeluruh.

Dengan penanganan darurat yang terukur sekaligus penyiapan infrastruktur jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Banggai Laut berkomitmen memastikan pelayanan publik di bidang kesehatan tetap berjalan optimal dan menjadi prioritas bagi seluruh masyarakat.

(Susanto//red)

Pos terkait