Bunda Nara Bangun Persatuan Bangsa Melalui Seni dan Budaya Paguyuban Ciung Wanara

KRIMSUS86.COM – Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat di Indonesia, seni dan budaya menjadi salah satu sarana yang mampu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat tersebut diwujudkan oleh Bunda Nara, pimpinan Paguyuban Ciung Wanara, yang konsisten menjadikan seni budaya sebagai media pemersatu masyarakat.

Mengusung semangat “Bersatu dalam Kebinekaan Melalui Seni dan Budaya”, Paguyuban Ciung Wanara hadir sebagai wadah yang menyatukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.

Berita Lainnya

Melalui pelestarian seni tari dan pencak silat tradisional, paguyuban ini tidak hanya melestarikan warisan budaya bangsa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, gotong royong, serta cinta tanah air kepada generasi muda.

Menurut Bunda Nara, tujuan utama dibentuknya Paguyuban Ciung Wanara adalah menjadi pondasi pemersatu bangsa melalui seni dan budaya.

“Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Seni dan budaya mengajarkan kita saling menghormati, menghargai, serta hidup berdampingan dalam keberagaman,” ujar Bunda Nara.

Ia menjelaskan bahwa simbol Paguyuban Ciung Wanara memiliki makna sebagai cerminan diri yang lahir dari ketulusan hati dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia merupakan bagian dari alam semesta yang harus hidup selaras dengan sesama serta menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Selain aktif dalam pelestarian budaya, Paguyuban Ciung Wanara juga memiliki berbagai program sosial yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.

Tidak hanya itu, Bunda Nara juga membuka program tour dan perjalanan religi bagi masyarakat untuk berziarah ke makam para wali. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan sejarah penyebaran Islam di Nusantara sekaligus mengajak masyarakat memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kegiatan ziarah ini menjadi pengingat agar kita senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, sekaligus mengenal sejarah perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam,” tutur Bunda Nara.

Melalui kiprahnya di bidang seni, budaya, sosial, dan keagamaan, Bunda Nara berharap Paguyuban Ciung Wanara dapat terus menjadi rumah kebersamaan yang memperkokoh persatuan bangsa serta melestarikan budaya Indonesia sebagai identitas nasional.

Jurnalis: Dwi Eko

Pos terkait