BBM SUBSIDI LANGKA, HARGA PERTALITE DI PENGECER ENSAID PANJANG TEMBUS RP22.000 PER LITER

SINTANG, KALIMANTAN BARAT — KRIMSUS86.COM,Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Warga Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite. Di tengah kondisi tersebut, harga Pertalite di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp22.000 per liter.

Lonjakan harga tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama warga pedesaan yang mengandalkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi, kegiatan ekonomi, dan kebutuhan rumah tangga.

Berita Lainnya

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Ensaid Panjang, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menyampaikan keluhannya kepada awak media pada 9 Oktober 2026. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kelangkaan sekaligus memastikan kewajaran harga BBM di tingkat masyarakat.

“Kami sangat mengeluhkan harga BBM yang sekarang bisa mencapai Rp22.000 per liter di pengecer. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, masyarakat kecil yang paling terdampak,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tingginya harga Pertalite, tetapi juga menyangkut ketersediaan pasokan dan pengawasan distribusi BBM hingga ke wilayah pedesaan.

Ia khawatir harga di tingkat pengecer akan kembali meningkat apabila tidak ada pengawasan yang memadai serta langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait.

“Kalau tidak ada aturan dan pengawasan yang benar-benar tegas, bukan tidak mungkin harga per liter di pengecer kembali naik. Masyarakat akhirnya hanya bisa membeli karena membutuhkan,” tambahnya.

PEMERINTAH DAN PERTAMINA DIMINTA TURUN KE LAPANGAN

Keluhan masyarakat tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kelancaran distribusi BBM dan efektivitas pengawasan pasokan hingga ke wilayah pedesaan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, instansi terkait, serta PT Pertamina Patra Niaga diharapkan segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi yang terjadi di Desa Ensaid Panjang.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab sulitnya masyarakat memperoleh Pertalite, termasuk kondisi pasokan, distribusi dari lembaga penyalur, ketersediaan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta rantai penjualan di tingkat pengecer.

Apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam distribusi atau penjualan BBM bersubsidi, aparat dan instansi berwenang diharapkan menindaklanjutinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengawasan juga perlu dilakukan secara transparan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai ketersediaan BBM dan tidak terus-menerus terbebani oleh tingginya harga di tingkat pengecer.

BBM merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sarana transportasi dan distribusi barang. Karena itu, kelancaran pasokan dan pengawasan penyaluran BBM menjadi hal penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

WARGA BERHARAP ADA SOLUSI KONKRET

Masyarakat Desa Ensaid Panjang berharap Pemerintah Daerah, Pertamina Patra Niaga, serta instansi pengawasan terkait segera memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan BBM di wilayah tersebut.

Warga juga mengharapkan adanya langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan lebih mudah dan terjangkau.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai harga Pertalite sebesar Rp22.000 per liter masih berdasarkan keterangan tokoh masyarakat setempat. Harga tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pengecer, Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait.

Redaksi KRIMSUS86.COM membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait guna memperoleh informasi yang lengkap, berimbang, dan akurat.

Pewarta: Diki Candra

KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya.

Pos terkait