MUARA ENIM, KRIMSUS86.COM — Menghadapi kemarau berkepanjangan serta dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat, Pemerintah Kecamatan Lawangkidul bersama seluruh elemen masyarakat menggelar Sholat Istisqa atau sholat meminta hujan secara massal.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, di Lapangan Karangasam, Tanjungenim.
Ratusan jamaah memadati lapangan. Mereka terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Lawangkidul, jajaran UPTD, General Manager PT Bukit Asam (PTBA), Direktur Utama BSP, jajaran perusahaan dan kontraktor pertambangan, perwakilan organisasi kemasyarakatan, alim ulama, serta masyarakat muslim setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak dalam menghadapi kondisi lingkungan yang tengah menjadi perhatian masyarakat, khususnya dampak kemarau dan kabut asap.
Diawali Zikir dan Istighosah Bersama
Sebelum pelaksanaan Sholat Istisqa, kegiatan diawali dengan zikir dan istighosah bersama yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Bukit Lawu, Ustadz Tulus Abadi, S.Pd.I.
Lantunan zikir dan doa menggema di Lapangan Karangasam. Seluruh jamaah bersama-sama memohon ampun dan rahmat Allah SWT, sekaligus memanjatkan doa agar segera diturunkan hujan yang bermanfaat.
Harapan tersebut menjadi satu ikhtiar bersama agar hujan dapat membantu mengatasi kekeringan, memperbaiki kualitas udara akibat kabut asap, membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta memberikan manfaat bagi lahan pertanian dan kehidupan masyarakat.
Sholat Istisqa dua rakaat kemudian dilaksanakan dengan khusyuk. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Priyadi Al-Hafiz, sementara khotbah disampaikan oleh Ustadz Azizi.
Khatib Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar
Dalam khutbahnya, Ustadz Azizi mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar dan melakukan introspeksi diri.
Menurutnya, setiap manusia memiliki kesalahan dan kekurangan sehingga memohon ampun kepada Allah SWT menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.
“Kita semua masih banyak berbuat kesalahan dan kelalaian. Dengan memperbanyak istighfar, hati kita akan bersih, dan insya Allah doa-doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah,” ujar Ustadz Azizi dalam tausiyahnya.
Pada akhir khutbah, Ustadz Azizi memimpin doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa kesejukan dan manfaat bagi masyarakat.
Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat Lawangkidul dalam menghadapi masa kemarau dan dampak kabut asap yang dirasakan di wilayah tersebut.
Ikhtiar Bersama Menghadapi Kemarau
Kegiatan Sholat Istisqa ditutup dengan bersalaman antarjamaah serta lantunan shalawat bersama.
Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti akhir kegiatan. Seluruh peserta berharap ikhtiar batin melalui doa dan ibadah tersebut dapat menjadi penguat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi alam yang terjadi.
Selain menjadi bentuk ibadah, pelaksanaan Sholat Istisqa secara massal juga menunjukkan semangat persatuan berbagai unsur masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi dampak kemarau serta ancaman Karhutla.
Masyarakat berharap kondisi cuaca di Kecamatan Lawangkidul dan wilayah sekitarnya segera membaik, hujan yang bermanfaat segera turun, serta dampak kabut asap dan kebakaran hutan maupun lahan dapat diminimalkan.
Pewarta: Herytasrony






