SANTUNAN GEMPA CAIR, LIMA WARGA BUOL MENANTI NAPAS PANJANG PEMULIHAN

BUOL, KRIMSUS86.COM — Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan santunan kepada lima warga Kabupaten Buol yang terdampak gempa bumi. Proses pencairan bantuan tersebut berlangsung di Bank Mandiri Cabang Buol, Jumat (4/9/2026).

Total santunan yang disalurkan kepada lima penerima mencapai Rp45 juta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi ahli waris korban meninggal dunia serta warga yang mengalami luka akibat bencana gempa bumi.

Berita Lainnya

Dinas Sosial Kabupaten Buol turut hadir dan melakukan pendampingan selama proses pencairan guna memastikan penyaluran bantuan berjalan dengan baik serta diterima oleh pihak yang berhak.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buol, Asmayudin Gontjing, S.P., mengatakan pendampingan dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengawal penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kami dari Dinas Sosial mendampingi para penerima agar proses penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Asmayudin.

Lima penerima santunan tersebut tercantum dalam surat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tertanggal 27 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Bantuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keluarga korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka akibat gempa. Namun demikian, pencairan santunan bukanlah akhir dari proses pemulihan bagi para penyintas.

Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, bantuan finansial tentu tidak dapat menggantikan sosok yang telah pergi. Sementara bagi warga yang mengalami luka, proses pemulihan dapat mencakup kebutuhan pengobatan, pemulihan kondisi fisik dan psikologis, hingga upaya mengembalikan kehidupan ekonomi keluarga.

Karena itu, pendampingan dan perhatian terhadap korban pascabencana dinilai tetap penting agar masyarakat terdampak tidak menghadapi proses pemulihan seorang diri setelah masa tanggap darurat berlalu.

Dinas Sosial Kabupaten Buol menyatakan tetap melakukan pendampingan kepada para penerima, khususnya apabila terdapat kendala administrasi maupun persoalan lain yang berkaitan dengan proses penyaluran bantuan.

Asmayudin berharap santunan yang telah diterima dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang mendesak setelah masyarakat mengalami dampak bencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan setelah mereka mengalami dampak bencana,” katanya.

Penyaluran santunan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Sosial, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai pihak yang memfasilitasi proses pencairan.

Meski demikian, proses pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian yang lebih panjang. Bantuan yang telah diterima diharapkan dapat menjadi salah satu penopang awal bagi para korban dan keluarga untuk melanjutkan kehidupan.

Sebab bagi penyintas bencana, pemulihan tidak berhenti ketika bantuan telah masuk ke rekening.

Pemulihan baru benar-benar terasa ketika masyarakat mampu kembali menjalani kehidupan secara layak, kebutuhan dasar terpenuhi, kondisi kesehatan tertangani, dan kehidupan ekonomi keluarga dapat kembali berjalan.

Lima warga Buol kini telah menerima santunan dengan total nilai Rp45 juta.

Ke depan, perhatian terhadap keberlanjutan pemulihan para korban menjadi bagian penting agar bantuan yang telah disalurkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak.

Reporter: Syafri Sakula, S.IP

BIRO BUOL, SULTENG | KRIMSUS86.COM

Pos terkait