BANDA ACEH KRIMSUS86.COM – Pelantikan Ny. Habibatussania Safriadi Oyon, istri Bupati Aceh Singkil, sebagai Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan, peningkatan prestasi peserta didik, serta pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Optimisme tersebut disampaikan Profesor Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional, ekonom, dan pakar pendidikan sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), saat memberikan tanggapan melalui sambungan telepon kepada pimpinan redaksi media cetak online di Medan, Minggu (25/10/2026).
Menurut Sutan Nasomal, pelantikan Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil merupakan kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam membangun pendidikan yang lebih berkualitas. Ia menilai peran Bunda Guru dapat menjadi salah satu penggerak sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.
Sebelumnya, Ny. Habibatussania Safriadi Oyon mengikuti pelantikan Ibunda Guru se-Aceh yang dipimpin oleh Ibunda Guru Aceh, Ibu Marlina Muzakir, pada Sabtu (24/10/2026) pukul 16.30 WIB di Aula Dinas Pendidikan Aceh.
Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran Bunda Guru dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Dorong Peningkatan Mutu dan Prestasi Pendidikan
Profesor Dr. Sutan Nasomal menyampaikan harapannya agar kehadiran Bunda Guru mampu mendorong perhatian lebih besar terhadap berbagai aspek pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil, mulai dari sarana dan prasarana sekolah hingga peningkatan prestasi peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas pendidikan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan bakat, serta pembinaan karakter anak sejak usia dini.
“Dengan dilantiknya Ny. Habibatussania Safriadi Oyon sebagai Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, kita patut menyambutnya dengan rasa syukur dan optimisme. Kita berharap momentum ini menjadi pendorong perubahan positif bagi dunia pendidikan, baik dari sisi kualitas pembelajaran, fasilitas sekolah, maupun prestasi anak-anak,” ujar Sutan Nasomal.
Ia menambahkan, pembinaan prestasi peserta didik perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik dalam bidang akademik maupun ekstrakurikuler, seperti olahraga, kesenian, kreativitas, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya.
Prestasi tersebut diharapkan dapat berkembang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional melalui pembinaan yang terarah, dukungan tenaga pendidik, dan keterlibatan aktif orang tua.
Pendidikan Karakter Menjadi Perhatian Utama
Selain prestasi akademik, Sutan Nasomal menilai pendidikan karakter merupakan aspek penting yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui nilai akademik, tetapi juga melalui perilaku, etika, kedisiplinan, sopan santun, dan kepedulian sosial peserta didik.
Ia berharap pembinaan karakter dapat diperkuat di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang menghormati orang tua, menghargai guru, serta mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang sangat kita harapkan adalah lahirnya perubahan nyata dalam etika, sopan santun, kedisiplinan, dan tanggung jawab anak-anak kita. Pendidikan harus mampu membentuk generasi yang cerdas dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.
Menurutnya, pembentukan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga memiliki peran mendasar dalam memberikan teladan, sedangkan masyarakat berperan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.
Bunda Guru Diharapkan Menjadi Penggerak Kolaborasi
Dalam kesempatan tersebut, Sutan Nasomal juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Ia berharap Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil dapat menjadi penghubung yang memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga, sekaligus mendorong berbagai inisiatif yang berpihak pada kebutuhan peserta didik.
Sebelumnya, Ny. Habibatussania Safriadi Oyon menegaskan bahwa amanah sebagai Bunda Guru tidak semata-mata bersifat seremonial, melainkan merupakan tanggung jawab untuk memperkuat kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Ia menyampaikan komitmennya untuk mendorong kesempatan belajar yang baik bagi setiap anak, memperkuat peran keluarga dalam pendidikan, membangun karakter sejak dini, serta menciptakan suasana belajar yang inklusif dan menyenangkan.
Pendidikan, menurutnya, membutuhkan sinergi seluruh pihak agar setiap anak dapat tumbuh dengan percaya diri, memperoleh kesempatan mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Optimistis Pendidikan Aceh Singkil Semakin Maju pada 2027
Profesor Dr. Sutan Nasomal menyatakan optimistis bahwa semangat kebersamaan dan kerja nyata dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.
Ia berharap tahun 2027 menjadi momentum penguatan program-program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan kesempatan belajar, pembinaan prestasi, serta pembentukan karakter generasi muda.
Namun, menurutnya, harapan tersebut perlu diwujudkan melalui langkah konkret, program yang terukur, evaluasi berkala, dan kerja sama berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui kebersamaan, kerja nyata, dan komitmen yang berkelanjutan, kita optimistis Bunda Guru dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Aceh Singkil. Dengan semangat Sekata Sepekat, mari bergandengan tangan menyiapkan generasi yang unggul, berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap membawa Aceh Singkil menuju masa depan yang lebih gemilang,” pungkas Profesor Dr. Sutan Nasomal.
Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian bersama. Dengan dukungan pemerintah, pendidik, keluarga, dan masyarakat, diharapkan anak-anak Aceh Singkil memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang, berprestasi, serta menjadi generasi penerus yang membanggakan daerah dan bangsa.
Narasumber: Profesor Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Pakar Pendidikan, dan Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID).
Kontak narasumber: WhatsApp 08118419260.
(Red//Tim)






