FRIC SALUT! Dody Candra Apresiasi Visi Strategis Presiden Prabowo dalam Memperkuat Swasembada Pangan dan Energi

JAMBI — KRIMSUS86.COM,Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center (DPW FRIC) Provinsi Jambi, Dody Candra, menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat swasembada pangan dan energi nasional.

Menurut Dody, fokus pemerintah terhadap kemandirian pangan dan energi merupakan langkah penting untuk menghadapi ketidakpastian global, termasuk potensi gangguan rantai pasok, gejolak harga komoditas, serta tantangan ketahanan energi dan pangan di masa mendatang.

Berita Lainnya

“Salut! Kami di FRIC mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap swasembada pangan dan energi. Ini merupakan agenda strategis yang sangat penting untuk memperkuat kemandirian bangsa dan melindungi kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Dody Candra.

Ia menilai, pembangunan sektor pangan dan energi perlu dipersiapkan secara berkelanjutan agar Indonesia semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik dunia.

Dody menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai unsur negara dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk melalui pendampingan kepada petani, peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan sarana produksi, serta penguatan distribusi hasil panen.

Menurutnya, regenerasi petani, perlindungan lahan pertanian, ketersediaan pupuk dan benih, serta peningkatan kesejahteraan petani merupakan sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Ia juga menilai keterlibatan TNI dalam mendukung program pembangunan dan ketahanan pangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara di wilayah pedesaan, sepanjang dilaksanakan sesuai tugas dan kewenangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan memiliki lahan yang luas. Kita membutuhkan petani yang sejahtera, generasi muda yang tertarik pada sektor pertanian, infrastruktur yang memadai, serta distribusi pupuk dan hasil panen yang efektif,” tegasnya.

Dody turut menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di daerah.

Selain sektor pangan, FRIC Jambi juga menyoroti pengembangan energi berbasis sumber daya domestik, termasuk biodiesel yang berasal dari minyak kelapa sawit.

Sebagai salah satu produsen utama kelapa sawit dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis komoditas dalam negeri. Pengembangan biodiesel, termasuk implementasi program B40 dan rencana peningkatan campuran biodiesel sesuai kebijakan pemerintah, dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Dody menilai, pengembangan energi berbasis sawit perlu diiringi dengan pengelolaan yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas industri pengolahan, serta perhitungan yang cermat terhadap biaya produksi dan dampak lingkungan.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar. Potensi tersebut harus dikelola untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan ketahanan energi. Kemandirian energi merupakan bagian penting dari kedaulatan bangsa,” ungkapnya.

Ia juga menilai pengembangan bahan bakar nabati dan sumber energi alternatif lainnya perlu dilakukan secara terukur agar dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut Dody, dinamika geopolitik dan gangguan pasokan energi di berbagai belahan dunia menjadi pengingat bahwa negara mana pun dapat menghadapi tekanan ketika sistem distribusi dan pasokan strategis mengalami gangguan.

Karena itu, Indonesia perlu memperkuat cadangan pangan, meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperbaiki infrastruktur distribusi, serta mengembangkan sumber energi yang beragam.

Ia menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pertahanan, tetapi juga oleh kemampuan negara memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam situasi darurat maupun ketika terjadi gejolak global.

“Kita harus belajar dari berbagai tantangan yang dihadapi dunia. Indonesia perlu mempersiapkan diri sejak dini agar kebutuhan pangan dan energi masyarakat tetap terjaga. Jangan sampai kita terlalu bergantung pada pasokan dari luar ketika terjadi gangguan internasional,” kata Dody.

Dody Candra menegaskan bahwa FRIC Jambi mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan dan energi sebagai bagian dari pembangunan nasional jangka panjang.

Ia berharap kebijakan pemerintah dapat dilaksanakan secara konsisten, transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani, pelaku usaha, serta masyarakat di wilayah pedesaan.

Menurutnya, keberhasilan swasembada membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa, pengawasan yang bertanggung jawab, serta evaluasi berkala agar setiap program berjalan sesuai tujuan.

“Presiden Prabowo memiliki agenda besar untuk memperkuat kemandirian Indonesia. Kami dari Fast Respon Indonesia Center, dengan semangat Loyalitas Tanpa Batas, siap mendukung program-program strategis yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Dody menambahkan, swasembada pangan merupakan fondasi ketahanan bangsa, sedangkan kemandirian energi menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kedaulatan nasional.

FRIC Jambi berharap penguatan kedua sektor tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.

FAST RESPON INDONESIA CENTER (FRIC) JAMBI

Loyalitas Tanpa Batas — Mengawal Program Strategis untuk Indonesia yang Mandiri dan Berdaulat.

Penulis: Dody Candra

(RED/ HUMAS DPP MEDIA FRIC)

Pos terkait