DPP FRIC Nyatakan Dukungan terhadap Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, Dorong Polri Humanis dan Dekat dengan Masyarakat

JAKARTA, 15 OKTOBER 2026 — Dewan Pimpinan Pusat Fast Respon Indonesia Center (DPP FRIC) menyampaikan pernyataan dukungan dan apresiasi terhadap sosok Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yang dinilai memiliki karakter religius, tegas, humanis, serta berpengalaman dalam menjalankan tugas kepolisian.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Dian Surahman, S.H., M.M., M.H., keluarga besar FRIC menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Berita Lainnya

Ketua Umum DPP FRIC, H. Dian Surahman, menyampaikan bahwa kepemimpinan Polri yang profesional, transparan, dan humanis merupakan harapan masyarakat dalam mewujudkan institusi kepolisian yang semakin dipercaya publik.

“Bagi kami, sosok pemimpin Polri yang tegas, berintegritas, religius, dan dekat dengan masyarakat merupakan harapan bersama. Kami berharap semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat terus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Dian Surahman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Tiga Aspek yang Menjadi Perhatian DPP FRIC

DPP FRIC menyoroti tiga aspek penting yang dinilai perlu menjadi perhatian dalam penguatan kepemimpinan dan pelayanan Polri kepada masyarakat.

1. Kepemimpinan Religius, Humanis, dan Mengayomi

Menurut DPP FRIC, nilai-nilai religius dan pendekatan humanis merupakan modal penting bagi seorang pemimpin dalam membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.

Silaturahmi dengan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan mencegah potensi konflik sosial.

FRIC berharap pendekatan yang santun, terbuka, dan mengedepankan dialog dapat terus dikembangkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tanpa mengurangi ketegasan terhadap setiap pelanggaran hukum.

2. Profesionalisme dan Pengalaman dalam Penegakan Hukum

DPP FRIC juga menekankan pentingnya pengalaman, kompetensi, dan integritas dalam menjalankan tugas strategis di lingkungan kepolisian.

Pengalaman dalam bidang penegakan hukum, pemberantasan narkotika, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan aspek penting yang perlu didukung dengan tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel.

Menurut Dian Surahman, pemberantasan tindak pidana, termasuk peredaran gelap narkotika, harus dilaksanakan secara konsisten melalui penegakan hukum yang tegas, terukur, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas. Penegakan hukum harus memberikan rasa keadilan, melindungi masyarakat, dan tidak membeda-bedakan siapa pun di hadapan hukum,” tegasnya.

3. Memperkuat Polri yang Dekat dengan Masyarakat

DPP FRIC menilai bahwa kepercayaan publik merupakan salah satu fondasi utama bagi keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian.

Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemanfaatan teknologi informasi, kemudahan penyampaian laporan dan pengaduan, serta transparansi dalam penanganan perkara perlu terus diperkuat.

FRIC berharap komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat dapat berjalan semakin efektif, sehingga setiap persoalan keamanan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Pendekatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, mencegah tindak kriminalitas, serta menciptakan suasana yang aman dan harmonis.

Tiga Komitmen Resmi DPP FRIC

Sebagai organisasi yang memiliki jaringan kepengurusan di berbagai daerah, DPP FRIC menyampaikan tiga komitmen dalam mendukung terciptanya hubungan yang konstruktif antara Polri dan masyarakat.

Pertama, mendukung program kepolisian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

FRIC berkomitmen mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program positif kepolisian, terutama yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, pelayanan publik, dan perlindungan masyarakat.

Kedua, melawan hoaks dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

FRIC mengajak seluruh pengurus dan anggotanya untuk meningkatkan literasi digital, memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, serta tidak terlibat dalam penyebaran fitnah maupun ujaran kebencian.

Di sisi lain, FRIC juga menegaskan pentingnya ruang kritik yang bertanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan demokrasi dan upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Ketiga, memperkuat sinergi hingga tingkat daerah.

Melalui jaringan kepengurusan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, FRIC berupaya membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat serta pemangku kepentingan sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran hukum, mendorong penyelesaian persoalan secara damai, dan membantu menjaga kondusivitas lingkungan di tingkat desa maupun kelurahan.

FRIC Berharap Polri Semakin Profesional dan Dipercaya Publik

Dian Surahman menegaskan bahwa dukungan terhadap Polri harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, bukan sekadar pernyataan. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, organisasi masyarakat, insan pers, dan seluruh elemen bangsa merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional.

“Kami berharap Polri semakin PRESISI, profesional, humanis, transparan, dan semakin dicintai masyarakat. Polri harus hadir untuk semua golongan, mendengarkan aspirasi masyarakat, memberikan perlindungan secara adil, serta bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum,” ungkap Dian.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar FRIC di Indonesia untuk terus menjaga persatuan, mengedepankan etika dalam bermedia sosial, dan memberikan kontribusi positif bagi terciptanya situasi kamtibmas yang aman serta kondusif.

DPP FRIC menegaskan bahwa dukungan terhadap institusi Polri harus berjalan seiring dengan komitmen terhadap supremasi hukum, profesionalisme, akuntabilitas, dan kepentingan masyarakat luas.

Dengan semangat “Loyalitas Tanpa Batas”, FRIC menyatakan siap mengambil bagian dalam membangun komunikasi yang sehat antara masyarakat dan aparat penegak hukum demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan.

(Humas DPP FRIC)

Pos terkait