JAKARTA, KRIMSUS86.COM — Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa, mengawal informasi publik, serta menangkal penyebaran berita bohong dan narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda pertemuan FRIC dengan pihak yang disebut sebagai Staf Khusus Presiden di Jakarta, Jumat (25/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menyampaikan sejumlah komitmen organisasi terkait peran insan media dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurut Dian, FRIC memiliki tiga fokus utama, yakni mengawal arah kebijakan pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, turut menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri sesuai semangat PRESISI, serta melakukan upaya verifikasi dan pelurusan terhadap informasi yang dinilai tidak benar atau menyesatkan.
“FRIC lahir karena cinta kepada NKRI. Kami bukan penonton. Kami siap menjadi garda terdepan Istana—mengawal kebijakan, menjaga ketenangan masyarakat, dan menangkal habis hoaks yang hendak merobek persatuan,” ujar Dian.
Ia menambahkan bahwa anggota FRIC di berbagai daerah didorong untuk mengedepankan verifikasi informasi dan menyampaikan pemberitaan berdasarkan fakta.
“Kami tidak bicara banyak. Kami buktikan dengan kerja nyata. Setiap anggota di daerah sudah bergerak: memilah fakta, meluruskan kesalahpahaman, menyuarakan kebenaran agar rakyat tidak terpecah,” katanya.
Dian juga menyampaikan bahwa organisasi berupaya memperjuangkan kesejahteraan para anggotanya secara bertahap dan berkelanjutan.
“Tidak ada kepentingan pribadi. Semua untuk kemaslahatan negeri. Kesejahteraan anggota pun kami perjuangkan bertahap: sedikit dulu, asal berjalan terus, tidak putus, makin lama makin baik,” ujarnya.
Fokus pada Informasi yang Faktual
FRIC menilai perkembangan arus informasi digital membuat masyarakat membutuhkan pemberitaan yang mengedepankan fakta dan verifikasi. Dalam konteks tersebut, organisasi menyatakan akan mendorong para anggotanya agar berhati-hati dalam menerima, mengolah, dan menyebarluaskan informasi.
FRIC menyebut prinsip yang hendak dikedepankan adalah berpijak pada fakta, menghindari fitnah, serta menempatkan kepentingan persatuan dan kepentingan publik sebagai pertimbangan dalam menjalankan aktivitas jurnalistik.
Organisasi juga menegaskan bahwa upaya menangkal hoaks harus dilakukan melalui pemeriksaan fakta, klarifikasi kepada pihak terkait, dan penyampaian informasi yang berimbang.
Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan tersebut, FRIC kembali menyatakan dukungannya terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dukungan tersebut, menurut organisasi, diwujudkan melalui kontribusi anggota di daerah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengawal program pemerintah, serta membantu meluruskan informasi yang belum terverifikasi.
FRIC juga mengajak pemerintah, aparat penegak hukum, insan pers, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat, menghindari provokasi, dan menjaga persatuan nasional.
Ketua Umum FRIC menegaskan bahwa organisasi akan berupaya menjalankan komitmen tersebut melalui kerja nyata para anggotanya di berbagai daerah.
FRIC — Fast Respon Indonesia Center
“Loyalitas Tanpa Batas Untuk Negeri.”
(RED//TIM MEDIA FRIC)






