MUSI BANYUASIN, KRIMSUS86.COM — Pemerintah Pusat memberikan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp20 miliar kepada Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, sebagai dukungan dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunlah).
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari operasi pemadaman hingga perlindungan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis Surat Edaran Nomor 300.2.8/6460/SJ, bantuan pemerintah pusat dan dukungan keuangan dari pemerintah daerah lainnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penanganan Karhutla sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemanfaatannya antara lain untuk operasi pemadaman darat dan metode suntik gambut pada lahan gambut yang masih terbakar dan menimbulkan asap,” jelas Tito.
Dukungan tersebut juga dapat digunakan untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan, logistik, makanan dan minuman bagi personel di lapangan, peningkatan daya tahan tubuh serta mobilisasi tim penanganan Karhutla.
Selain pemadaman, pemerintah juga mengarahkan penggunaan anggaran untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Di antaranya operasional posko pengungsian, distribusi logistik, evakuasi masyarakat, kesiapsiagaan kesehatan serta pelayanan medis bagi warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap.
Bantuan juga dapat mendukung penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran serta penguatan sarana dan prasarana penanganan Karhutbunlah.
Sarana tersebut antara lain alat pelindung diri (APD), pompa air, pompa gendong, tangki air, selang, pembangunan sumur bor, kendaraan pendukung pemadaman, motor trail hingga penyewaan ekskavator.
Untuk masyarakat yang terdampak langsung, dukungan dapat berupa pelayanan kesehatan, masker, vitamin, obat-obatan hingga oksigen portable.
Pemerintah daerah juga diberikan ruang untuk memberikan insentif kepada petugas pemadaman dengan besaran yang ditetapkan kepala daerah, dengan memperhatikan asas kepatutan, kewajaran, rasionalitas dan efektivitas.
Dukungan logistik juga dapat diberikan kepada masyarakat yang turut membantu penanganan kebakaran, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, Banpres tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden terhadap upaya penanggulangan Karhutla di daerah.
“Ini bentuk perhatian Bapak Presiden, pemimpin yang sangat hadir di tengah-tengah kita. Beliau sudah melakukan rapat langsung koordinasi, namun juga memberikan bantuan khusus untuk penanggulangan karhutla ini,” kata Raja Juli dalam keterangan tertulis.
Menurut Raja Juli, Banpres merupakan dukungan tambahan di tengah anggaran penanggulangan Karhutla yang telah tersedia melalui BNPB, kementerian/lembaga, TNI-Polri hingga pemerintah daerah melalui APBD.
Ia meminta bantuan tersebut segera dimanfaatkan untuk memperkuat penanganan Karhutla di lapangan.
“Saya minta ini bisa sesegera mungkin dicairkan untuk penanggulangan karhutla, membeli peralatan, atau mencegah dampak semacam tadi (kesehatan) dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet, SH mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat tersebut. Ia menilai Banpres menjadi tambahan kekuatan bagi Kabupaten Muba dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutbunlah.
“Dukungan ini akan menjadi penguatan bagi upaya kita dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutbunlah. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh sumber daya yang ada dapat bergerak bersama dan memberikan respons cepat ketika terjadi kebakaran,” ujar Toha.
Menurutnya, penanganan Karhutbunlah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, dunia usaha hingga masyarakat.
Pemkab Muba juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui peningkatan kesiapsiagaan personel, patroli dan pemantauan wilayah rawan, koordinasi lintas sektor serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Toha menegaskan, dana Banpres akan dimanfaatkan sesuai ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku, termasuk untuk mendukung kebutuhan penanggulangan Karhutbunlah serta penguatan sarana dan prasarana.
“Bagi kami, dukungan tersebut bukan sekadar tambahan anggaran. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan mempercepat gerak seluruh unsur ketika titik api muncul dan sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pengelolaan bantuan harus dilakukan secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran. Kita ingin dukungan ini benar-benar dirasakan manfaatnya untuk memperkuat penanganan Karhutbunlah dan melindungi masyarakat Muba,” tegas Toha.
Pewarta: Enismiyana//Red






