Gerakan Konsumsi Pangan B2SA di Desa Mekarjaya, Tiga Narasumber Dorong Pencegahan Stunting

GARUT — KRIMSUS86.COM — 18 September 2026 — Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sekaligus mendorong pencegahan stunting dilakukan melalui kegiatan edukasi di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 orang tua balita dan menjadi bagian dari subkegiatan pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

Berita Lainnya

Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, pemanfaatan pangan lokal, serta penerapan pola hidup sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pemerintah Desa Sambut Baik Kegiatan B2SA

Sekretaris Desa Mekarjaya, Endang Sulaiman, yang mewakili pemerintah desa, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemerintah desa diharapkan dapat terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dari bidang ketahanan pangan, pendidikan kesehatan, dan pelayanan kesehatan, yakni Lina Zenab, SP, dari Dinas Ketahanan Pangan; Dr. Peni Cahyati, S.Kp., M.Kes., dari Poltekkes Tasikmalaya; serta Hj. Aida Triani, S.Kep., Ners., M.M., Kepala Puskesmas Sukamulya.

Lina Zenab memberikan pemaparan mengenai gerakan konsumsi pangan B2SA dengan menekankan pentingnya keberagaman pangan yang bersumber dari potensi lokal.

Menurutnya, pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu bagian dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga apabila diolah dan dikonsumsi secara beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Dr. Peni Cahyati: Stunting Membutuhkan Keterlibatan Lintas Sektor

Sementara itu, Dr. Peni Cahyati, S.Kp., M.Kes., dari Poltekkes Tasikmalaya, hadir sebagai pendamping penanganan stunting sekaligus mewakili program INEY (Investing in Nutrition and Early Years).

Program tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, Bappenas, dan World Bank, dengan pelaksanaan kerja sama bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan menunjuk Puskesmas Sukamulya sebagai salah satu bagian dari kegiatan tersebut.

Dr. Peni menekankan bahwa persoalan stunting memerlukan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga hingga masyarakat.

“Masalah stunting menjadi tanggung jawab semua sektor. Harapannya, balita Mekarjaya bebas stunting.”

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.

Kepala Puskesmas Sukamulya Berikan Edukasi Pencegahan Stunting

Kepala Puskesmas Sukamulya, Hj. Aida Triani, S.Kep., Ners., M.M., turut memberikan edukasi mengenai dampak stunting serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegahnya.

“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak, tetapi juga dapat memengaruhi kecerdasan, kesehatan, dan produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama.”

Ia mengajak masyarakat Desa Mekarjaya untuk aktif melakukan langkah-langkah pencegahan, antara lain:

Rutin memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan dan Posyandu sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan serta MP-ASI bergizi sesuai usia anak.

Menimbang dan memantau pertumbuhan balita secara rutin di Posyandu.

Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Puskesmas dan Posyandu.

Perkuat Kolaborasi Keluarga, Kader dan Pemerintah Desa

Hj. Aida Triani juga berharap keluarga, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Desa Mekarjaya dapat memperkuat kerja sama dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara menyeluruh diperlukan agar upaya peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi anak dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh keluarga, kader, tokoh masyarakat Desa Mekarjaya, dan pemerintah desa dapat bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Desa Mekarjaya. Mari kita wujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.”

Kegiatan Gerakan Konsumsi Pangan B2SA tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal, serta pemantauan pertumbuhan dan kesehatan anak secara rutin.

Sinergi lintas sektor dan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat serta tumbuh kembang anak di Desa Mekarjaya.

(Dinar.p)

Pos terkait