KALIANDA, LAMPUNG — KRIMSUS86.COM — Kamis, 17 September 2026 — Ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, SE, SH, menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Kadin Kabupaten Lampung Selatan yang digelar di Senaya Beach, Jalan Sinar Laut, Way Urang, Kalianda, Kamis (17/9/2026).
Kehadiran Alzier menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi organisasi sekaligus momentum untuk memperkuat arah strategis Kadin Lampung Selatan dalam menghadapi dinamika dunia usaha dan pembangunan ekonomi daerah.
Ketua Panitia Pelaksana Muskab VIII, Herwanto, SE, MM, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Alzier. Menurutnya, kehadiran Ketua Dewan Penasehat Kadin Provinsi Lampung tersebut menjadi motivasi bagi jajaran pengurus dan peserta Muskab.
“Kehadiran beliau adalah suatu kehormatan bagi kami, sekaligus menjadi motivasi para pengurus,” ujar Herwanto.
Muskab yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut turut dihadiri jajaran panitia, di antaranya Sekretaris Panitia Pelaksana, Budiman Dabo.
Dalam sambutannya, Alzier menegaskan bahwa Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan dan mendorong kebijakan ekonomi yang berpihak pada pertumbuhan usaha serta kepentingan masyarakat.
Menurutnya, hubungan antara Kadin dan pemerintah daerah harus dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang konstruktif. Kadin kabupaten diharapkan mampu menjadi jembatan antara aspirasi dunia usaha dengan pemerintah dalam menghasilkan gagasan dan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan ekonomi daerah.
“Kadin kabupaten harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis dan pro-rakyat,” tutur Alzier.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat soliditas internal organisasi. Konsolidasi antarpelaku usaha dinilai menjadi fondasi agar Kadin dapat menjalankan fungsi kelembagaan secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Selain penguatan organisasi, Alzier mendorong Kadin Lampung Selatan mengambil peran lebih aktif dalam membuka peluang investasi, memperluas jejaring bisnis, serta membangun kerja sama business to business (B2B) di antara pelaku usaha.
Menurutnya, potensi ekonomi Lampung Selatan perlu dikembangkan melalui kerja sama konkret yang mampu menciptakan peluang investasi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian penting dari arah strategis tersebut. Kadin diharapkan mampu membantu UMKM lokal meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, dan naik kelas sehingga mampu bersaing dalam skala yang lebih luas.
“Pentingnya peran Kadin dalam membina dan menaik-kelaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar mampu bersaing lebih luas,” tukasnya.
Alzier menegaskan, Muskab bukan sekadar forum pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi, melainkan momentum untuk menentukan arah kebijakan, program kerja, serta prioritas Kadin Lampung Selatan ke depan.
Karena itu, seluruh proses Muskab diharapkan berlangsung tertib, demokratis, transparan, dan mengedepankan kepentingan organisasi serta dunia usaha secara luas.
“Semoga Muskab berjalan lancar, transparan, dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah serta berdedikasi tinggi,” harap Alzier.
Melalui kepemimpinan yang kuat, konsolidasi organisasi yang solid, dan sinergi yang konstruktif dengan pemerintah daerah, Kadin Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semakin aktif memperjuangkan kepentingan dunia usaha sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Arman/Red)






