JANGAN LUKAI ALAM, KEPALA BPBD MUBA INGATKAN PENTINGNYA MENJAGA LINGKUNGAN

MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN — KRIMSUS86.COM — 17 September 2026 — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin, Marko Susanto, SSTP., M.Si., mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai ancaman bencana dan persoalan ekologis.

Menurut Marko, menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Berbagai bentuk kerusakan lingkungan, seperti kerusakan hutan, kebakaran lahan, pencemaran sungai, maupun aktivitas yang mengabaikan daya dukung lingkungan, berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Berita Lainnya

“Tahukah kamu apa artinya bencana alam? Itu adalah tanda bahwa alam tengah marah dengan perlakuan buruk manusia. Stop melakukan perbuatan yang melukai alam. Kerusakan yang dibuat oleh tangan manusia pada akhirnya akan dibayar lunas oleh amukan semesta,” tegas Marko.

Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi ekologis, tetapi juga dapat berdampak terhadap aspek sosial, kesehatan, keselamatan, serta perekonomian masyarakat.

Meski demikian, Marko mengingatkan bahwa setiap peristiwa bencana harus dilihat berdasarkan data dan fakta. Penyebab suatu kejadian tidak dapat serta-merta disimpulkan hanya berdasarkan dugaan, melainkan perlu didukung pemeriksaan lapangan, data, serta kajian dari pihak yang berwenang.

“Data, pemeriksaan lapangan, dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan tetap menjadi dasar untuk menentukan penyebab sebuah bencana,” demikian pesan yang disampaikan.

Karena itu, upaya pencegahan dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana. Pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan, disertai edukasi kepada masyarakat dan penegakan aturan apabila ditemukan pelanggaran.

Kerusakan ekosistem, lanjutnya, tidak selalu dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Kebakaran hutan dan lahan, pencemaran sumber air, maupun hilangnya kawasan vegetasi dapat meninggalkan dampak yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Hutan bukan sekadar hamparan tanah. Sungai bukan tempat membuang limbah. Udara bukan ruang untuk dicemari. Alam bukan objek yang dapat diperlakukan sesuka hati.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat, pelaku usaha, maupun seluruh pemangku kepentingan bersama-sama memperkuat upaya perlindungan lingkungan.

Pencegahan tidak seharusnya dilakukan setelah bencana terjadi. Kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun sejak dini agar potensi risiko dapat diminimalkan dan masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terdampak ketika terjadi bencana.

Jangan menunggu api membesar untuk mencari siapa yang bertanggung jawab. Jangan menunggu banjir datang untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Jangan menunggu asap memenuhi udara baru mempertanyakan penyebabnya.

Menjaga alam merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

JANGAN LUKAI ALAM.

Jaga lingkungan sebelum terlambat. Lindungi alam sebelum bencana berbicara lebih keras.

Reporter: Enismiyana//Red

Pos terkait