BUOL, SULTENG — KRIMSUS86.COM — 16 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Buol terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui program pelatihan kerja. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya pelatihan kerja di UPTD BLK Buol Hebat, Desa Momunu, Kecamatan Momunu, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Buol H. Risharyudi Tribowo, M.M. Dalam arahannya, Bupati meminta peserta tidak menjadikan pelatihan hanya sebagai kegiatan untuk memperoleh sertifikat, tetapi mampu mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh untuk bekerja maupun membuka usaha.
“Saya minta seluruh peserta fokus mengikuti pelatihan sampai selesai dan mendapatkan sertifikat kompetensi. Jangan hanya mengikuti pelatihan, tetapi setelah itu keterampilannya harus benar-benar bisa digunakan,” pesan Bupati.
Menurutnya, keberhasilan program pelatihan kerja tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan atau sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga dari kemampuan peserta memanfaatkan kompetensi tersebut dalam kehidupan ekonomi.
Pada tahap ini, UPTD BLK Buol Hebat membuka tiga program pelatihan, yaitu Teknik Menjahit Dasar, Pembuatan Keripik, serta Otomotif Sepeda Motor Injeksi.
Ketiga program tersebut merupakan bagian dari Tailor Made Training (TMT) melalui kerja sama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan Pemerintah Kabupaten Buol melalui UPTD BLK Buol Hebat.
Pelatihan menjahit diharapkan dapat menjadi bekal peserta untuk mengembangkan jasa maupun usaha produksi pakaian. Pelatihan pembuatan keripik diarahkan pada pengolahan bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi, sedangkan pelatihan otomotif sepeda motor injeksi memberikan keterampilan di bidang perawatan dan perbaikan kendaraan roda dua.
Bupati Buol juga menekankan pentingnya dukungan setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Menurutnya, keterampilan yang telah diperoleh perlu didukung dengan sarana dan peralatan agar dapat diterapkan secara nyata.
“Tugas pemerintah daerah selanjutnya adalah mencarikan formula bagaimana peserta yang sudah memiliki keterampilan ini bisa kita bantu dengan peralatan sesuai dengan skill yang mereka ikuti di BLK Buol Hebat,” ujarnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu lulusan BLK mengembangkan keterampilannya menjadi kegiatan produktif, baik melalui pekerjaan maupun usaha mandiri.
Dengan demikian, program pelatihan tidak berhenti pada proses pembelajaran dan sertifikasi, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi peserta dan keluarganya.
Pelaksanaan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Buol mendapatkan dukungan program peningkatan kompetensi dari pemerintah pusat.
Utusan Khusus Bupati Buol Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jasri Butudoka, sebelumnya menyampaikan bahwa program tersebut diperoleh melalui komunikasi, audiensi, dan presentasi kepada pemerintah pusat.
Langkah tersebut dilakukan di tengah keterbatasan kemampuan APBD, sehingga pemerintah daerah berupaya mencari dukungan pembiayaan dan program dari pemerintah pusat untuk tetap memperluas kesempatan pelatihan bagi masyarakat.
Kabupaten Buol kemudian memperoleh tiga paket pelatihan melalui program TMT untuk wilayah Sulawesi Tengah.
Selain tiga program yang telah dibuka, UPTD BLK Buol Hebat juga menjadwalkan pelatihan berikutnya pada 26 September 2026, yakni Digital Marketing dan Mebel.
Pelatihan Digital Marketing diharapkan memberikan kemampuan kepada peserta dalam memasarkan produk maupun jasa melalui berbagai platform digital. Sementara pelatihan mebel diarahkan pada peningkatan keterampilan pengolahan kayu dan pembuatan produk berbahan kayu.
Rangkaian program tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan keterampilan masyarakat serta mendukung terbentuknya tenaga kerja terampil dan pelaku usaha baru di Kabupaten Buol.
Namun, keberlanjutan program tetap menjadi hal penting. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan membutuhkan akses terhadap peralatan, dunia kerja, pengembangan usaha, maupun pemasaran agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dengan demikian, keberhasilan BLK Buol Hebat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan dan penerbitan sertifikat kompetensi, tetapi juga dari sejauh mana lulusan mampu menggunakan keterampilannya untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan produktivitas ekonomi.
Reporter: Syafri Sakula, S.IP
BIRO BUOL, SULTENG
KRIMSUS86.COM






