Dinding Retak Masih Terlihat, Warga Minta Pemeriksaan Struktur dan Rehabilitasi UGD RSUD Mokoyulri Buol

BUOL, SULTENG — KRIMSUS86.COM — 16 September 2026 — Kondisi ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Mokoyulri Buol menjadi perhatian masyarakat. Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah bagian bangunan, khususnya dinding, masih terlihat mengalami keretakan meskipun plafon ruangan disebut telah dilakukan penggantian.

Berdasarkan pantauan di lokasi serta keterangan keluarga pasien, sejumlah retakan masih terlihat pada bagian dinding ruangan. Kondisi tersebut disebut masyarakat menimbulkan kekhawatiran, terlebih apabila kerusakan berkaitan dengan dampak gempa yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Berita Lainnya

Warga menilai penggantian plafon belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa kondisi bangunan secara keseluruhan telah aman. Menurut mereka, diperlukan pemeriksaan teknis terhadap struktur bangunan oleh tenaga ahli untuk memastikan tingkat kerusakan serta kelayakan ruangan digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Plafon memang sudah baru, tetapi dinding masih terlihat retak. Kami khawatir kalau terjadi gempa lagi. Yang kami minta adalah kepastian apakah bangunan ini benar-benar aman,” ujar salah seorang keluarga pasien kepada KRIMSUS86.COM.

Kerusakan visual pada dinding tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai kerusakan struktural. Namun, mengingat bangunan digunakan sebagai ruang pelayanan gawat darurat dan terdapat informasi mengenai retakan pascagempa, masyarakat meminta adanya pemeriksaan menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi struktur bangunan, termasuk apakah diperlukan perbaikan lokal, penguatan struktur, rehabilitasi menyeluruh, atau langkah lain sesuai hasil kajian teknis.

Masyarakat juga meminta agar hasil pemeriksaan dapat disampaikan secara terbuka sehingga pasien, keluarga pasien, dokter, perawat, dan masyarakat pengguna layanan memperoleh kepastian mengenai keselamatan ruangan.

Warga berharap penanganan kondisi UGD tidak berhenti pada perbaikan bagian yang terlihat dari luar. Apabila hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya kerusakan yang memengaruhi keselamatan bangunan, mereka meminta pemerintah mengambil langkah sesuai rekomendasi ahli.

Selain itu, apabila pekerjaan rehabilitasi diperlukan, masyarakat meminta adanya informasi mengenai rencana pekerjaan, sumber pembiayaan, waktu pelaksanaan, serta pengaturan pelayanan pasien selama proses perbaikan berlangsung.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Pemkab Buol, Dinas PUPR, dan manajemen RSUD Mokoyulri memberikan penjelasan mengenai kondisi bangunan dan langkah yang telah maupun akan dilakukan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga diharapkan dapat melakukan koordinasi dan memberikan dukungan apabila dibutuhkan, khususnya dalam aspek pengawasan maupun penanganan fasilitas pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, apabila terdapat kebutuhan penanganan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat, masyarakat berharap koordinasi dengan instansi terkait dapat dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Yang menjadi perhatian utama masyarakat bukan sekadar tampilan ruangan, melainkan kepastian keselamatan pasien dan tenaga kesehatan yang beraktivitas di dalamnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan teknis yang dapat menjadi dasar bagi KRIMSUS86.COM untuk menyimpulkan bahwa retakan tersebut membahayakan struktur bangunan. Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga ahli menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi sebenarnya.

KRIMSUS86.COM akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan memberikan ruang kepada pihak RSUD Mokoyulri maupun Pemkab Buol untuk menyampaikan klarifikasi, hasil pemeriksaan teknis, serta rencana penanganan kepada masyarakat.

Reporter: Syafri Sakula, S.IP

Biro Buol, Sulawesi Tengah

KRIMSUS86.COM

Pos terkait