API MENGAMUK, PULUHAN HEKTARE LAHAN SAGU DI POMAYAGON TERBAKAR — KESIAPAN DAMKAR DIPERTANYAKAN

BUOL — KRIMSUS86.COM — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Buol. Puluhan hektare lahan sagu masyarakat di Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu, dilaporkan terbakar sejak pekan lalu dan hingga kini belum sepenuhnya padam.

Kondisi cuaca panas serta vegetasi dan lahan yang mengering diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar. Kebakaran tersebut tidak hanya mengancam vegetasi, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada lahan sagu.

Berita Lainnya

Kepala Desa Pomayagon, Ramli K. Pesona, S.I.P., membenarkan adanya kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi lahan yang kering membuat api sulit dikendalikan, terlebih ketika angin membawa percikan api ke area lain.

“Api itu membakar, percikan terbang ke mana-mana. Karena lahan gambut dan sagu sudah kering, sekali kena langsung menjalar. Keringnya rawa membuat api berpindah dengan cepat dari satu lahan ke lahan lain,” ujar Ramli.

PULUHAN HEKTARE LAHAN SAGU TERDAMPAK

Kebakaran dilaporkan telah menghanguskan puluhan hektare lahan sagu milik masyarakat. Bagi warga Pomayagon, lahan sagu memiliki nilai penting karena menjadi bagian dari sumber pangan sekaligus mata pencaharian yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dampak kebakaran dikhawatirkan tidak hanya berupa kerusakan tanaman. Warga yang kehilangan lahan produktif juga berpotensi mengalami penurunan pendapatan, sementara pemulihan tanaman sagu membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Karena itu, pendataan terhadap luas lahan yang terbakar serta masyarakat terdampak dinilai penting sebagai dasar penentuan langkah penanganan dan pemulihan.

KESIAPAN ARMADA DAMKAR JADI SOROTAN

Di tengah upaya penanganan kebakaran, kesiapan sarana pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Buol turut menjadi perhatian.

Menurut keterangan Kepala Desa Pomayagon, armada Damkar yang dapat digunakan untuk menangani kebakaran disebut terbatas, sementara terdapat kendaraan lainnya yang mengalami kerusakan.

Informasi tersebut perlu mendapat klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Buol maupun instansi teknis terkait, terutama mengenai jumlah armada yang tersedia, kondisi masing-masing kendaraan, serta kemampuan operasionalnya dalam menghadapi kebakaran lahan pada musim kering.

Kesiapan armada menjadi penting karena kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat ketika kondisi vegetasi kering dan angin cukup kuat.

KADES IMBAU WARGA TINGKATKAN KEWASPADAAN

Kepala Desa Pomayagon mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Pomayagon, berhati-hatilah. Jangan membakar sampah atau semak belukar di siang hari, apalagi saat cuaca panas seperti ini. Sekali api menyala, tidak ada yang bisa menghentikannya dengan cepat,” katanya.

Imbauan tersebut menjadi penting mengingat kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penyebaran api dan meningkatkan risiko kebakaran meluas ke wilayah lain.

PEMERINTAH DIMINTA SEGERA LAKUKAN LANGKAH KONKRET

Kebakaran di Pomayagon perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya dalam konteks pemadaman, tetapi juga pencegahan dan pemulihan pascakebakaran.

Pemerintah Kabupaten Buol dan instansi terkait diharapkan segera memastikan kondisi armada Damkar, termasuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap kendaraan yang mengalami kerusakan.

Selain itu, masyarakat yang terdampak perlu didata secara akurat untuk mengetahui tingkat kerugian serta kebutuhan mereka, termasuk kemungkinan bantuan pangan, pemulihan lahan, bibit, maupun pendampingan sesuai ketentuan program pemerintah.

Pemerintah kecamatan dan desa juga diharapkan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran terbuka, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan berada dalam keadaan kering.

PUBLIK MENUNGGU KEJELASAN KONDISI ARMADA DAMKAR

Kebakaran puluhan hektare lahan sagu di Pomayagon sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buol untuk menjelaskan secara transparan kesiapan armada pemadam kebakaran.

Publik perlu mengetahui berapa jumlah armada Damkar yang dimiliki pemerintah daerah, berapa unit yang aktif, berapa unit yang mengalami kerusakan, sejak kapan kerusakan terjadi, serta langkah dan target perbaikannya.

Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran tidak semestinya baru diperkuat setelah api membesar. Dalam kondisi kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran lahan, kesiapan armada, personel, sumber air, serta sistem respons darurat menjadi bagian penting dari mitigasi bencana.

Kebakaran di Pomayagon menjadi pengingat bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya luas lahan yang terbakar, tetapi juga sumber pangan, mata pencaharian, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

KRIMSUS86.COM mendorong seluruh pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk memastikan kebakaran dapat dikendalikan, mencegah meluasnya titik api, serta memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak.

Reporter: Syafri Sakula, S.IP.

BIRO BUOL, SULTENG

KRIMSUS86.COM

Pos terkait