DUA ASN DI LAMPUNG TENGAH DIDUGA TERLIBAT HUBUNGAN ASMARA, DIGEREBEK WARGA DI SETIA BUMI

LAMPUNG TENGAH — KRIMSUS86.COM — Dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah kembali menjadi sorotan setelah dua aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan pendidikan setempat diduga terlibat hubungan asmara dan digerebek warga di sebuah rumah di Kampung Setia Bumi (SB 7), Kecamatan Seputih Banyak.

Kedua ASN tersebut masing-masing berinisial ES, yang diketahui menjabat sebagai Kepala SD Negeri 2 Setia Bumi, serta DE, seorang guru di SD Negeri 3 Setia Bumi.

Berita Lainnya

Peristiwa penggerebekan tersebut disebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Kampung Setia Bumi, Murdi, ES diduga berada di rumah DE ketika suami DE sedang pergi mengantar tetangganya berobat ke rumah sakit.

Murdi membenarkan adanya kedatangan warga ke rumah tersebut. Menurutnya, warga sebelumnya telah mengetahui keberadaan ES di rumah DE dan kemudian mendatangi lokasi karena merasa resah dengan dugaan hubungan keduanya.

“Warga sekitar sudah mengetahui bahwa sekitar pukul 11.00 WIB, DE memasukkan laki-laki itu, ES, ke rumahnya. Saat itu, suaminya sedang pergi mengantar tetangganya untuk berobat ke rumah sakit. Warga memang sudah geram karena, menurut mereka, bukan hanya kali ini saja,” ujar Murdi, Rabu (9/9/2026).

Setelah mendapat laporan dari perangkat kampung, Murdi mengaku langsung mendatangi lokasi. Warga kemudian meminta ES tetap berada di tempat tersebut hingga suami DE kembali dari rumah sakit.

Setelah suami DE tiba, keluarga dari kedua belah pihak kemudian dipanggil untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi secara kekeluargaan.

Dalam mediasi tersebut, menurut Murdi, pihak suami DE menyatakan memilih mengakhiri hubungan rumah tangganya. Selain itu, terdapat permintaan agar biaya proses perceraian ditanggung oleh pihak laki-laki.

“Mereka melakukan mediasi. Saat itu, pihak suami yang merasa dirugikan meminta perceraian dan biaya perceraian ditanggung oleh pihak laki-laki. Selanjutnya, para pihak menyatakan menerima kesepakatan tersebut dan dituangkan dalam surat keterangan yang pada intinya menyebutkan perdamaian serta tidak adanya tuntutan dari kedua belah pihak,” jelas Murdi.

Murdi juga menyampaikan bahwa mediasi tersebut turut dihadiri kepala sekolah tempat DE bertugas sebagai guru.

“Ada kepala sekolah tempat perempuan itu mengajar yang hadir dalam mediasi. Perempuan tersebut merupakan guru, sedangkan laki-laki sudah menjabat sebagai kepala sekolah,” katanya.

DUNIA PENDIDIKAN KEMBALI DISOROT

Mencuatnya dugaan tersebut kembali menjadi perhatian publik terhadap lingkungan pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah. Sebagai aparatur negara yang bekerja di sektor pendidikan, perilaku dan integritas ASN menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta nama baik institusi pendidikan.

Namun demikian, dugaan hubungan asmara tersebut masih perlu diklarifikasi secara resmi kepada pihak-pihak terkait. Hingga rilis ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah maupun instansi kepegawaian terkait mengenai status pemeriksaan atau kemungkinan sanksi disiplin terhadap kedua ASN tersebut.

KRIMSUS86.COM tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab kepada ES, DE, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan ini.

(Djody.s//red)

Pos terkait