JENEPONTO, KRIMSUS86.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan di SPBU 7592308 Tolo, Kecamatan Kelara, Minggu (13/9/2026), stok BBM jenis Solar dan Pertalite dilaporkan kosong.
Data dari pengelola SPBU menyebutkan, hingga Minggu, 13 September 2026, BBM yang masih tersedia di lokasi hanya Pertamax sekitar 285 liter dan Dexlite sebanyak 3.226 liter. Sementara itu, stok Pertamax Turbo dilaporkan nihil.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari jajaran Polsek Kelara, Polres Jeneponto. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun keributan akibat antrean dan keterbatasan BBM, Kapolsek Kelara Polres Jeneponto, Iptu Muh Akrif, S.Sos., memerintahkan empat personel untuk melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar SPBU.
Personel kepolisian telah disiagakan sejak pukul 07.00 WITA. Selain melakukan pengamanan, petugas juga memberikan informasi kepada masyarakat, membantu mengatur antrean kendaraan, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan ketertiban.
“Personel kami berada di lokasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat, mengatur antrean, dan mencegah terjadinya keributan. Kami imbau warga agar tidak panik dan tetap tertib,” ujar Iptu Muh Akrif.
Meskipun stok sejumlah jenis BBM telah kosong, kondisi antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU Tolo masih terpantau lancar. Arus lalu lintas pada jalur Jeneponto–Boro dua arah juga dilaporkan masih aman dan tidak mengalami kemacetan.
Polsek Kelara bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengetahui jadwal distribusi atau pengiriman BBM berikutnya. Pengamanan di sekitar SPBU juga akan terus dilakukan hingga kondisi distribusi BBM kembali normal.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta mengikuti arahan petugas selama proses distribusi BBM berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sekitar SPBU 7592308 Tolo terpantau aman, tertib, dan terkendali.
Humas Polres Jeneponto
Andi Lukman // Red






