Polda Sumsel Kerahkan 1.000 Personel Gabungan dalam Operasi Aman Nusa II 2026, Perkuat Penanganan Karhutla

PALEMBANG, SUMSEL — KRIMSUS86.COM, Minggu (6/9/2026) — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan 1.000 personel gabungan dalam Operasi Aman Nusa II 2026.

Kekuatan personel tersebut disiapkan untuk melakukan penanganan karhutla di kawasan lahan gambut Teluk Limo, Desa Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, dengan luas area terdampak kurang lebih 80 hektare.

Berita Lainnya

Sebelum diberangkatkan menuju lokasi, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti pembekalan teknis di Mako Satbrimob Polda Sumsel, Palembang. Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan, S.I.K., selaku Kepala Operasi Daerah (Ka Opsda) Operasi Aman Nusa II 2026, bersama Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., selaku Wakil Kepala Operasi Daerah (Waka Opsda).

Pembekalan diberikan untuk memastikan kesiapan operasional sekaligus meningkatkan kemampuan personel dalam menangani karhutla, khususnya pada karakteristik lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan.

Dalam kegiatan tersebut, personel mendapatkan pembekalan penerapan formula pemadaman X-Fire (Cross-Fire) dengan komposisi 800 liter air dan 200 liter formula untuk setiap 1.000 liter campuran. Penggunaan formula ini ditujukan untuk mengoptimalkan efektivitas penggunaan air dalam proses pemadaman, terutama pada medan yang sulit dijangkau.

Selain itu, personel dibekali teknik penyiraman spiral, yakni pola pemadaman yang dilakukan dari sisi luar menuju titik api utama. Teknik tersebut digunakan untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan pada lahan gambut.

Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol menegaskan bahwa pengerahan 1.000 personel gabungan merupakan bentuk respons cepat Polda Sumsel dalam memperkuat penanganan karhutla di wilayah Muara Enim.

“Kami mengerahkan 1.000 personel gabungan tambahan ini sebagai respons cepat atas instruksi Kapolri melalui Kapolda Sumsel untuk menangani karhutla di lahan gambut seluas kurang lebih 80 hektare di Teluk Limo, Desa Gelumbang. Selain kekuatan personel, kami juga membekali anggota dengan inovasi formula pemadaman X-Fire serta teknik penyiraman spiral dari luar ke titik api utama,” ujar James.

Menurutnya, penerapan taktik dan metode tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan air serta membantu menangani bara api yang berada di bawah permukaan lahan gambut sehingga potensi meluasnya area terdampak dapat ditekan.

Usai apel pembekalan, seluruh personel gabungan beserta perlengkapan operasional langsung bergeser menuju lokasi penanganan karhutla di Teluk Limo. Jarak lokasi diperkirakan sekitar 70–80 kilometer dari Kota Palembang, dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih dua jam 15 menit.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penguatan operasi tersebut merupakan bentuk kehadiran nyata Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Kapolda terus mengambil langkah proaktif, terukur, dan strategis dalam menanggulangi karhutla di wilayah Sumatera Selatan. Penambahan 1.000 personel gabungan ini merupakan wujud keseriusan dan komitmen penuh Polri dalam melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Nandang.

Nandang juga mengimbau masyarakat, korporasi, dan seluruh pihak terkait untuk menaati ketentuan perlindungan lingkungan serta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk mematuhi aturan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi keselamatan bersama dan mencegah bencana asap yang lebih luas,” pungkasnya.

Polda Sumsel memastikan kesiapsiagaan personel dan jajaran terus diperkuat melalui pemantauan serta penanganan titik-titik karhutla secara berkala.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memberikan respons cepat terhadap ancaman karhutla, melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Sumatera Selatan.

(RED//TIM MEDIA FRIC)

Pos terkait