YOGYAKARTA | Krimsus86.com Rapat Senat Terbuka Wisuda Universitas Islam Indonesia (UII) berlangsung khidmat dan penuh haru di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir. Momentum wisuda tersebut semakin berkesan ketika salah satu perwakilan lulusan, Andre Fajarus Laode Ngkowe, menyampaikan orasi yang mengangkat semangat dedikasi, perjuangan, kesetaraan, dan kontribusi generasi muda bagi bangsa.
Dalam orasinya, Andre menyampaikan penghormatan kepada Rektor UII Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., para Wakil Rektor, Dekan, serta seluruh Ketua Program Studi di lingkungan UII yang hadir dalam prosesi wisuda.
Penghormatan khusus juga disampaikannya kepada perwakilan alumni UII, Puspiardi, S.E., M.M., Co-Founder FINE Institute sekaligus Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (BS OJK), yang turut memberikan motivasi kepada para wisudawan dalam memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Andre memperkenalkan dirinya sebagai pemuda dari kawasan timur Indonesia yang tumbuh dengan cita-cita besar. Sebagai anak pulau, ia mengaku ditempa oleh perjalanan hidup yang mengajarkan keteguhan niat, keberanian bermimpi, serta tekad untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perjalanan akademik di UII bukan sekadar proses memperoleh gelar pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pola pikir, dan tanggung jawab sosial.
Ia menegaskan bahwa setiap niat baik tidak selalu berjalan mudah. Karena itu, setiap cita-cita membutuhkan konsistensi, ketekunan, serta daya juang untuk menghadapi berbagai tantangan.
Perjalanan hidup Andre dari Kendari hingga Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan pandangannya terhadap kehidupan. Pengalaman tumbuh di kawasan kepulauan Sulawesi turut memperkuat kecintaannya terhadap tanah air serta harapan untuk melihat Indonesia berkembang menjadi bangsa yang semakin maju, adil, dan bermartabat.
Menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta, Andre menjadikan lingkungan akademik sebagai momentum untuk terus belajar dan memperluas wawasan. Ia berkomitmen agar ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi karya dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam orasinya, Andre juga menekankan pentingnya mengubah gagasan akademis menjadi gerakan nyata.
Baginya, pengabdian membutuhkan kesatuan antara pikiran, keberanian, dan langkah nyata. Ilmu pengetahuan harus mampu melahirkan karya yang menyentuh persoalan masyarakat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Andre mengajak para wisudawan untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi setelah meninggalkan kampus, tetapi juga membawa semangat kepedulian dan tanggung jawab sosial ke tengah masyarakat.
“Pembangunan peradaban bangsa yang hakiki harus dimulai dari ketulusan hati, dedikasi, dan kemauan untuk memberikan manfaat,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam orasinya.
Ia berharap para alumni UII mampu menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan positif dengan menjunjung tinggi integritas, kepedulian terhadap sesama, serta semangat memperjuangkan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih harmonis dan berkeadilan.
Orasi Andre tersebut menjadi salah satu bagian yang memberikan warna tersendiri dalam rangkaian wisuda UII. Pesan yang disampaikannya tidak hanya merefleksikan perjalanan seorang anak dari Timur Indonesia, tetapi juga menggambarkan harapan generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa melalui ilmu, dedikasi, dan pengabdian.
(Susanto//red)






