SINTANG, KALBAR | Krimsus86.com — Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi krisis air bersih serta ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kondisi cuaca yang panas dan minimnya curah hujan membuat vegetasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta bersama-sama mencegah munculnya titik api.
Salah seorang warga, Alex, mengajak masyarakat agar tidak menganggap sepele dampak kemarau panjang yang saat ini terjadi.
“Kemarau panjang ini dampaknya nyata. Selain kekurangan air, cuaca panas ini bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Maka saya mengimbau kepada masyarakat luas agar kita saling berjaga-jaga,” ujar Alex.
Menurutnya, salah satu langkah penting dalam mencegah Karhutla adalah menghentikan aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar, khususnya ketika kondisi lahan dan lingkungan sangat kering.
“Jangan membakar ladang pada saat kemarau panjang seperti ini. Selain itu, jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena ranting dan daun kering sangat mudah tersulut api,” tambahnya.
Alex juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih penting daripada menunggu kebakaran meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, serta instansi terkait dalam mengantisipasi ancaman Karhutla.
“Mari kita bergerak bersama dan mengindahkan imbauan pemerintah, aparat kepolisian, dan TNI. Kepatuhan serta kerja sama kita adalah kunci keselamatan lingkungan,” pungkasnya.
Masyarakat juga diharapkan turut melaporkan apabila menemukan aktivitas atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga dapat segera dilakukan langkah pencegahan dan penanganan.
(Alex//red)






