FLORES, NTT | Krimsus86.com Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58.24 WIB.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, tepatnya di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Gempa yang berpusat di laut dan tergolong dangkal tersebut memicu peringatan dini tsunami. BMKG sempat menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori SIAGA, di antaranya bagian utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, Sikka, serta Selayar, Sulawesi Selatan. Sementara sejumlah wilayah lainnya masuk kategori WASPADA.
Ancaman tersebut bukan sekadar hasil pemodelan. Berdasarkan pemantauan muka air laut, BMKG mencatat adanya perubahan permukaan laut di sejumlah lokasi.
Di antaranya tercatat gelombang sekitar 0,94 meter di Maurole, Ende, sekitar 0,38 meter di Pelabuhan Kewapante, Sikka, 0,36 meter di Labuan Bajo, dan sekitar 0,25 meter di wilayah Flores Timur. Pengamatan perubahan muka air laut juga tercatat di sejumlah wilayah lainnya.
MASYARAKAT PESISIR DIMINTA TIDAK PANIK, NAMUN TETAP WASPADA
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa gempa bumi kuat yang terjadi di laut dapat menimbulkan ancaman tsunami dalam waktu relatif singkat.
Saat peringatan dini dikeluarkan, masyarakat pesisir di wilayah terdampak diminta tidak menunggu hingga gelombang tsunami terlihat. Masyarakat harus mengikuti arahan resmi pemerintah daerah, BPBD, BNPB, dan BMKG serta segera menuju lokasi evakuasi apabila diperintahkan.
Kewaspadaan menjadi sangat penting karena keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana.
PERINGATAN DINI TSUNAMI BERAKHIR
BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,7 tersebut berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.
Meski peringatan dini telah berakhir, masyarakat tetap diimbau mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Peristiwa gempa Flores ini kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.
Kesiapsiagaan masyarakat perlu terus diperkuat. Jalur evakuasi harus diketahui, titik kumpul harus jelas, dan informasi kebencanaan harus dapat diterima masyarakat dengan cepat.
Jangan menunggu bencana menjadi nyata untuk mulai bersiap.
Kewaspadaan bukan berarti kepanikan. Kewaspadaan merupakan bagian penting dari upaya menyelamatkan diri dan melindungi masyarakat.
KRIMSUS86.COM — TAJAM MENGAWAL FAKTA, TEGAS MENYAMPAIKAN KEBENARAN.
(Enis//red)






