LAMPUNG TIMUR, KRIMSUS86.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual melaunching pembangunan 3.395 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih di seluruh Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Negara Hadir untuk Rakyat” tersebut menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat akses infrastruktur sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan hasil kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat. Di Kabupaten Lampung Timur, launching dipusatkan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, sekaligus meresmikan pemanfaatan Jembatan Perintis Garuda Way Bungur yang menjadi penghubung penting bagi aktivitas masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Irdam Brigjen TNI Enjang beserta jajaran, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, Dandim 0429/Lampung Timur Letkol Inf Danang Setiaji, Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah serta jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Garuda Way Bungur.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Timur, kami menyampaikan selamat datang dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang telah hadir. Kehadiran kita hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud semangat gotong royong, kebersamaan dan sinergitas dalam membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Azwar Hadi.
Menurutnya, jembatan bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol konektivitas yang membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat perekonomian, pasar, lapangan pekerjaan dan berbagai peluang peningkatan kesejahteraan.
Keberadaan Jembatan Garuda di Kecamatan Way Bungur diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas pertanian, perkebunan, perdagangan dan usaha mikro, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Azwar juga menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembangunan Lampung Timur, kata dia, membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, TNI, Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan seluruh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi terwujudnya Jembatan Garuda Way Bungur. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bukti kuat kolaborasi antara pemerintah, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan dan kehidupan sosial. Kita bersyukur pembangunan ini dapat terwujud melalui kolaborasi yang luar biasa,” ujar Jihan.
Ia mengajak seluruh pihak terus bergandengan tangan dalam menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur di Provinsi Lampung, termasuk di Kabupaten Lampung Timur.
Pangdam: 120 Jembatan Dibangun di Lampung dan Bengkulu
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan, Kodam XXI/Radin Inten hingga saat ini telah membangun sebanyak 120 jembatan di wilayah Lampung dan Bengkulu.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 56 jembatan gantung, 37 jembatan beton dan 27 jembatan Harmco. Sebanyak 113 jembatan telah selesai dibangun, sedangkan tujuh jembatan lainnya ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Khusus Jembatan Garuda Way Bungur, proses pembangunannya membutuhkan waktu sekitar tiga setengah bulan. Kondisi struktur tanah menjadi salah satu faktor yang membutuhkan survei dan penguatan fondasi secara matang untuk memastikan keamanan serta kekuatan jembatan.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai. Saya berharap jembatan ini kita rawat dan gunakan bersama-sama. Jangan dibebani muatan yang berlebihan agar tetap aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ungkap Pangdam.
Jembatan Garuda Way Bungur memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter. Jembatan tersebut juga dilengkapi penerangan sehingga diharapkan semakin meningkatkan keamanan masyarakat saat melintas.
Selain menjadi akses vital, keberadaan jembatan tersebut berpotensi menjadi salah satu destinasi atau spot wisata baru bagi masyarakat setempat.
Pangdam berharap jembatan dapat memperlancar roda perekonomian, mempercepat akses anak-anak menuju sekolah serta mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI, pemerintah daerah dan masyarakat yang telah bergotong royong dalam proses pembangunan.
“Kehadiran TNI dalam pembangunan ini merupakan bagian dari tugas membantu pemerintah daerah dan mempercepat pembangunan. Kami berharap hasil pembangunan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat serta menjadi amal ibadah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya Jembatan Garuda Way Bungur, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses pendidikan, layanan kesehatan, pusat ekonomi dan berbagai aktivitas lainnya.
Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sinergitas, kolaborasi dan semangat gotong royong mampu menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
(M. Dahlan//Red)






