Bupati Ela Tinjau Realisasi Program Listrik Masuk Sawah, Siapkan Subsidi KWH untuk Petani

LAMPUNG TIMUR | Krimsus86.com — Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meninjau langsung realisasi Program Listrik Masuk Sawah di Desa Bumi Harja, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mendukung sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Ela menegaskan bahwa Program Listrik Masuk Sawah merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi nyata bagi para petani, khususnya dalam menghadapi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi.

Berita Lainnya

“Program ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan adanya listrik di area persawahan, kebutuhan air dapat terpenuhi melalui pemanfaatan sumur bor sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujar Ela.

Selain meninjau realisasi program, Bupati juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait inovasi dan pengembangan sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menyiapkan skema subsidi biaya pemasangan KWH listrik bagi petani di Desa Bumi Harja sebagai upaya mempercepat pemanfaatan jaringan listrik di kawasan persawahan.

Menurut Ela, keberadaan listrik di area persawahan bukan hanya menjadi solusi terhadap persoalan ketersediaan air, tetapi juga merupakan bagian dari strategi mendukung program ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga akan mendorong rekayasa dan pengembangan jaringan irigasi agar sistem pengairan pertanian dapat berjalan lebih optimal.

“Dengan adanya listrik, persoalan air bisa teratasi dan masyarakat merasa terbantu. Saya juga meminta Camat Batanghari dan Kepala Desa Bumi Harja untuk mengawal pendataan para petani yang akan mendaftar pemasangan KWH listrik agar program ini berjalan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Hermansyah, menyampaikan bahwa Program Listrik Masuk Sawah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Senada dengan hal tersebut, PJLTT Provinsi Lampung sekaligus Plt. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tien Latifah, menjelaskan bahwa tantangan sektor pertanian pada 2026 adalah mempertahankan swasembada pangan dengan memastikan target luas tanam tetap tercapai meskipun menghadapi musim kemarau yang panjang.

“Solusinya adalah melalui Program Listrik Masuk Sawah. Dengan adanya jaringan listrik, sumur bor dapat beroperasi maksimal untuk mengaliri lahan pertanian sehingga petani tetap dapat melakukan penanaman sesuai target. Selain itu, bantuan pembangunan irigasi juga akan terus kami dorong untuk direalisasikan,” ujarnya.

Hermansyah menambahkan, dukungan terhadap kebutuhan listrik bagi petani perlu terus diperkuat karena keberadaan listrik dapat meningkatkan indeks pertanaman dan mendukung keberlanjutan masa tanam.

“Kami juga berharap tarif listrik untuk petani dapat lebih terjangkau. Semua pihak harus berkolaborasi agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di kawasan pertanian. Menurutnya, keberadaan tiang listrik di areal persawahan tidak semestinya dianggap sebagai hambatan, melainkan sebagai bagian dari infrastruktur yang memberikan nilai tambah bagi lahan pertanian.

“Listrik masuk sawah akan meningkatkan nilai ekonomi lahan. Namun yang paling penting, sawah yang telah dibantu pemerintah harus tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian produktif dan jangan sampai beralih fungsi menjadi kawasan perumahan,” pungkasnya.

Melalui Program Listrik Masuk Sawah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Kementerian Pertanian RI terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, menjaga ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembangunan infrastruktur pertanian yang modern, efektif, dan berkelanjutan.

(M. Dahlan//Kaperwil lampung)

Pos terkait