PANG LIMA TNI HADIRI SIDANG KABINET PARIPURNA DIPIMPIN PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO

JAKARTA | KRIMSUS86.COM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Sidang Kabinet Paripurna tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program yang telah berjalan, sekaligus mengukur capaian pemerintahan menjelang memasuki tahun kedua masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Berita Lainnya

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh program pemerintah berjalan sesuai dengan sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Presiden juga menekankan pentingnya menjaga semangat kerja, kedisiplinan, serta fokus dalam menjalankan amanat rakyat di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.

Presiden Prabowo mengingatkan seluruh unsur pimpinan agar tidak takut menghadapi berbagai persoalan dan tantangan yang ada. Menurutnya, para pemimpin memiliki mandat dari rakyat untuk menghadapi serta menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

“Kita sebagai anak bangsa, kita sebagai unsur pimpinan, dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan. Kita di sini pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat, dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan,” tegas Presiden Prabowo.

Kehadiran Panglima TNI dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut mencerminkan komitmen TNI untuk terus mendukung kebijakan strategis pemerintah serta memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga negara dalam menjaga stabilitas nasional.

Sinergi tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkokoh ketahanan negara serta mendukung keberhasilan pelaksanaan berbagai program prioritas nasional demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.(red//tim)

Pos terkait