JAKARTA | KRIMSUS86.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026. Sidang tersebut digelar untuk menyampaikan taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih terkait percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah sekaligus penguatan fondasi pembangunan nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah mengemban mandat rakyat untuk menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan bangsa. Berlandaskan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pemerintah terus memperkuat tata kelola negara, membangun perekonomian yang berkeadilan, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh rakyat Indonesia.
Presiden menyampaikan, selama 20 bulan terakhir, berbagai persoalan strategis yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan mulai menunjukkan kemajuan. Pemerintah terus bekerja cepat untuk menutup kebocoran kekayaan negara, memperkuat fondasi ekonomi nasional, mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.
Sejumlah capaian Kabinet Merah Putih turut menjadi perhatian dalam sidang tersebut.
Ketahanan Pangan dan Energi
Di sektor pangan dan energi, pemerintah mencatat sejumlah kemajuan, di antaranya tercapainya swasembada pada delapan komoditas pangan, rekor cadangan beras, serta pencapaian Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar disebut telah tercapai melalui inisiatif B50. Pemerintah juga memulai proyek Gas Abadi Masela setelah 28 tahun serta menyelesaikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
Penyelamatan Aset dan Penguatan Tata Kelola Negara
Dalam bidang tata kelola negara, pemerintah memperkuat pengelolaan aset nasional melalui pembentukan Dana Kedaulatan Danantara. Pemerintah juga mendirikan Bank Emas Indonesia yang telah mengelola 153 ton emas.
Restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut dilakukan secara tegas. Sebanyak 250 BUMN disebut telah ditutup dalam rangka penataan dan efisiensi, yang diklaim mampu menyelamatkan anggaran hingga Rp50 triliun.
Pemerintah juga menerapkan Sistem Ekspor Satu Pintu sebagai langkah untuk memperkuat pengawasan dan menghentikan potensi kebocoran devisa negara.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Kesejahteraan
Di sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah menyelesaikan persoalan kredit macet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah juga menaikkan gaji hakim setelah 12 tahun.
Selain itu, lebih dari 1.000 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi sebagai upaya memotong rantai distribusi dan memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Pembangunan infrastruktur kerakyatan juga terus didorong melalui pembangunan 1.000 jembatan desa serta 100 Kampung Nelayan Merah Putih.
Pendidikan dan Lingkungan
Pada bidang pendidikan, pemerintah telah membuka empat Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sementara di bidang lingkungan, pemerintah mulai menerapkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai bagian dari penguatan tata kelola karbon dan upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut harus terus dikawal melalui kerja bersama, konsistensi kebijakan, serta percepatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.
Pemerintah, kata Presiden, akan terus memastikan pembangunan nasional berjalan dengan prinsip keadilan, kedaulatan, efisiensi, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.(red//tim)






