MUSI BANYUASIN | Krimsus86.com – Kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Daerah Pemilihan (Dapil) II yang dilaksanakan di Kecamatan Jirak Jaya, Senin (20/7/2026), berlangsung produktif dengan menghadirkan berbagai aksi nyata bagi masyarakat. Selain menyerap aspirasi warga, para anggota dewan juga menyerahkan bantuan empat unit becak motor (bentor), meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta melakukan inspeksi terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Reses tersebut dihadiri Anggota DPRD Muba Dapil II, yakni H. Amri Andi, ST, Irwanto, Nangimul Huda, S.Pd.I, dan Me’en Saputri, SE, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kegiatan dipusatkan di Kantor Camat Jirak Jaya dan dihadiri Camat Jirak Jaya, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PDAM, Kepala Desa Jirak, Kepala Desa Jembatan Gantung, Kepala Desa Baru Jaya, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Amri Andi, ST menyerahkan empat unit becak motor (bentor) yang merupakan realisasi Pokok Pikiran (Pokir) kepada tiga desa di Kecamatan Jirak Jaya. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Usai penyerahan bantuan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Baru Jaya, yang juga merupakan bagian dari program Pokir H. Amri Andi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal sekaligus mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana yang masih perlu ditingkatkan.
Selanjutnya, para anggota DPRD bersama OPD melakukan inspeksi lapangan terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan skala prioritas pembangunan pada pembahasan program pemerintah daerah mendatang.
Dalam sambutannya, H. Amri Andi, ST menegaskan bahwa reses bukan sekadar menjalankan kewajiban konstitusional, melainkan menjadi momentum penting untuk memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung, melalui media, dinas, DPRD maupun saluran lainnya. Seluruh masukan akan kami dorong agar segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait sebagai bentuk sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang berwenang,” ujarnya.
Amri Andi menjelaskan, penyerahan bentor dilakukan bertepatan dengan agenda reses setelah Dinas Lingkungan Hidup menginformasikan bahwa kendaraan tersebut telah siap didistribusikan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, DLH menghubungi kami bahwa bentor sudah siap diserahkan. Kami memanfaatkan momentum reses ini agar bantuan dapat segera diterima dan dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi fiskal Kabupaten Musi Banyuasin saat ini masih menghadapi tantangan yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan, termasuk realisasi Pokok Pikiran anggota DPRD. Meski demikian, ia mengajak seluruh masyarakat tetap optimistis.
“Kami memahami harapan masyarakat. Kondisi fiskal daerah memang sedang menghadapi tantangan, namun kita tidak boleh kehilangan semangat. Mudah-mudahan menjelang akhir tahun berbagai program yang telah direncanakan mulai dapat direalisasikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Amri berharap tahun 2026 menjadi momentum evaluasi agar proses perencanaan dan penganggaran tahun 2027 dapat disusun lebih matang, efektif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Desa Baru Jaya, Eko, menyampaikan apresiasi atas bantuan bentor yang diterima desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Amri Andi, ST melalui Pokok Pikiran beliau serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin atas bantuan bentor untuk Desa Baru Jaya. Semoga bantuan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Kegiatan reses DPRD Muba Dapil II di Kecamatan Jirak Jaya menjadi bukti komitmen wakil rakyat dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga diwujudkan dalam langkah-langkah nyata. Melalui dialog, penyerahan bantuan, peninjauan fasilitas publik, serta inspeksi langsung ke lapangan, hasil reses diharapkan menjadi pijakan dalam menentukan prioritas pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin yang lebih tepat sasaran dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
(Enis//Red)






