KARO, Krimsus86.com – Polres Karo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh tim dari STIK Lemdiklat Polri terkait penguatan penanganan bencana berbasis riset. Selain Polres Karo, penelitian ini juga melibatkan perwakilan dari Polres Binjai dan Polres Langkat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pur Pur Sage Mapolres Karo pada Rabu (8/7/2026) dipimpin oleh Kabagjian Kumham Bidang PPITK STIK Lemdiklat Polri sekaligus Ketua Tim Peneliti, AKBP Dr. Tagor Hutapea, S.I.K., M.Si., dan disambut langsung oleh Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran pejabat utama Polres Karo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta instansi terkait dari Kabupaten Karo, Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat.
Dalam sambutannya, Kapolres Karo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Karo sebagai lokasi penelitian. Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Karo yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap erupsi gunung api, tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan menjadikan penelitian tersebut sangat penting dalam mendukung peningkatan kapasitas penanganan bencana.
“Kami berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat diimplementasikan sebagai acuan untuk meningkatkan kemampuan Polri dalam penanganan bencana serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Pebriandi Haloho.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, AKBP Dr. Tagor Hutapea, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan menghimpun data faktual mengenai penanganan bencana di wilayah kepolisian sebagai bagian dari pengembangan big data STIK Lemdiklat Polri.
Menurutnya, hasil penelitian akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta penyempurnaan model penanganan bencana yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan tantangan di lapangan.
Melalui forum diskusi bersama para pemangku kepentingan, tim peneliti menggali berbagai masukan mengenai koordinasi lintas instansi, kesiapan sumber daya manusia, dukungan pemerintah daerah, kendala operasional di lapangan, hingga berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam penanggulangan bencana.
Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang semakin memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang cepat, tepat, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
(Rahmat | Kabiro Krimsus86.com Kabupaten Karo)






