Gunungsitoli, KRIMSUS86.COM – Sejumlah warga yang berdomisili di sekitar lokasi pembangunan SMA Negeri Unggul Sukma di Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menyampaikan keberatan atas pelaksanaan aksi damai yang berlangsung di area proyek yang dikerjakan oleh PT Razasa Karya, Jumat (3/7/2026).
Menurut keterangan sejumlah warga, aksi tersebut menggunakan pengeras suara dengan volume yang cukup tinggi dan menyebabkan kerumunan massa di badan jalan sekitar lokasi proyek. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta menghambat kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan pembangunan.
“Semenjak pagi aktivitas kami terganggu. Ada pengeras suara dengan volume keras, massa berkumpul di badan jalan sehingga terjadi kemacetan. Kami merasa dirugikan karena tidak dapat beraktivitas seperti biasanya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain berdampak terhadap masyarakat sekitar, aktivitas pembangunan proyek juga disebut ikut terganggu. Sejumlah pekerja mengaku mengalami kesulitan menjalankan pekerjaan karena akses keluar-masuk proyek terhambat oleh massa aksi.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak penyampaian aspirasi sebagai bagian dari hak masyarakat. Namun, mereka berharap pelaksanaan aksi dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban umum serta tidak mengganggu aktivitas warga maupun jalannya pembangunan.
“Kami mendukung pembangunan SMA Negeri Unggul Sukma di Gunungsitoli karena keberadaannya akan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Yang kami harapkan, penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara tertib tanpa menghentikan pekerjaan proyek ataupun mengganggu masyarakat sekitar,” ujar RH, salah seorang warga.
Masyarakat berharap seluruh pihak yang berkepentingan dapat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan, sehingga pembangunan sekolah unggulan tersebut dapat terus berjalan sesuai jadwal serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas tanpa menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara aksi maupun instansi terkait mengenai tanggapan atas keberatan yang disampaikan warga tersebut. (Sediyaman Giawa//red)






