KARAWANG/Krimsus86.com, –
Di tengah derasnya laju modernisasi dan ketatnya persaingan dunia perdagangan, pasar rakyat masih berdiri sebagai ruang kehidupan yang menghidupi ribuan keluarga. Dari lorong-lorong pasar tradisional itulah harapan para pedagang kecil tumbuh setiap hari, memperjuangkan nafkah demi keberlangsungan hidup keluarga mereka.
Semangat menjaga denyut ekonomi kerakyatan itu mengemuka dalam acara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Karawang yang digelar di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Senin (22/6/2026).
APPSI merupakan organisasi yang mewadahi sekaligus memperjuangkan kepentingan para pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Karawang, kepengurusan yang baru dikukuhkan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan pedagang dan menjaga eksistensi pasar rakyat sebagai pilar ekonomi daerah.
Dalam susunan kepengurusan yang dilantik, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang Dindin Rachmady dipercaya sebagai Dewan Pembina. Sementara jabatan Ketua DPD APPSI Kabupaten Karawang diemban oleh Acep Heri Gunawan, didampingi Asep Johan Rosadi sebagai Sekretaris, Sobirin sebagai Wakil Sekretaris, Nasam sebagai Bendahara, serta Nanang Said sebagai Wakil Bendahara bersama jajaran pengurus lainnya.
Usai pelantikan, Sekretaris DPD APPSI Kabupaten Karawang, Asep Johan Rosadi, menegaskan komitmen organisasi untuk tidak hanya mempertahankan keberadaan pasar tradisional, tetapi juga mendorong transformasi pasar rakyat menjadi pusat perdagangan yang lebih nyaman, tertata, dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Menurutnya, revitalisasi pasar menjadi salah satu langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menarik minat generasi muda agar kembali mencintai dan berbelanja di pasar rakyat.
“Pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Di dalamnya ada perjuangan, ada harapan, dan ada kehidupan ribuan pedagang yang harus terus kita jaga,” ungkap Johan penuh haru.
Selain pembenahan fasilitas pasar, APPSI Karawang juga berkomitmen meningkatkan kapasitas para pedagang melalui pendampingan, advokasi, serta perlindungan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha kecil di pasar tradisional.
Lebih jauh, APPSI Karawang membuka peluang kerja sama strategis dengan pemerintah pusat, termasuk dalam mendukung penyerapan hasil pertanian lokal untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi petani maupun pedagang pasar di Karawang.
Johan berharap pasar rakyat dapat terus berkembang menjadi pusat perdagangan yang modern tanpa kehilangan identitasnya sebagai rumah besar ekonomi kerakyatan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat APPSI Don Muzakir, jajaran Dewan Pimpinan Wilayah APPSI Jawa Barat, pengurus APPSI tingkat kecamatan, serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang Dindin Rachmady.
Dalam kesempatan yang sama, Rahmat, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan Karawang, mengingatkan pentingnya perlindungan sosial bagi para pelaku usaha di pasar tradisional. Ia menegaskan bahwa pedagang pasar juga perlu memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kerja dan jaminan masa depan.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, sebelum ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ihsanudin Al Amin.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, menjadi simbol lahirnya harapan baru bagi ribuan pedagang pasar di Karawang yang setiap hari berjuang menggerakkan roda ekonomi rakyat. Di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat, pasar tradisional diharapkan tetap menjadi ruang kehidupan yang lestari, kuat, dan mampu bertahan sebagai jantung ekonomi masyarakat.
(Red)*






