WARGA DESA CIPAAT TERIMA BANTUAN PANGAN, SETIAP KPM DAPAT 20 KG BERAS DAN 4 LITER MINYAK GORENG

Indramayu, Jawa Barat | Krimsus86.com – Ribuan warga Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, tampak antusias menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat yang disalurkan di Kantor Desa Cipaat, Rabu (10/6/2026).

Sejak pagi hari, warga penerima manfaat mulai berdatangan dan mengantre dengan tertib sambil membawa dokumen persyaratan yang telah ditentukan. Bantuan yang diberikan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Berita Lainnya

Berdasarkan pantauan Korwil Jawa Barat Media Krimsus86.com, Wardono Hasan Saputra, S.E., bersama tim investigasi di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB, antrean warga terlihat mengular hingga ke halaman kantor desa. Meski demikian, proses penyaluran berlangsung tertib dan lancar.

Salah seorang penerima bantuan, Sukanda (48), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya karena dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami. Saya menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Persyaratannya cukup membawa fotokopi KK, fotokopi KTP, dan KTP asli untuk verifikasi,” ujarnya.

Ungkapan syukur juga disampaikan Roedah (46), yang mengaku senang kembali menerima bantuan pangan dari pemerintah.

“Alhamdulillah, saya sudah dua kali menerima bantuan. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada pemerintah yang terus memperhatikan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cipaat, H. Kusnadi, S.E., menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program bantuan pangan dari pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan secara ekonomi.

“Setiap kepala keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Menurut H. Kusnadi, jumlah penerima bantuan di Desa Cipaat mencapai sekitar 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total lebih dari 4.000 penduduk yang ada di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan data dan kriteria yang ditentukan pemerintah. Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori miskin dan rentan.

“Ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori penerima bantuan, seperti pensiunan, pegawai pabrik, ASN, anggota TNI maupun Polri. Program ini diprioritaskan untuk warga yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Kusnadi menjelaskan bahwa bantuan pangan biasanya disalurkan setiap tiga bulan sekali dengan jumlah 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Namun, pada penyaluran kali ini bantuan diberikan sekaligus untuk dua periode, sehingga jumlah yang diterima masyarakat menjadi dua kali lipat.

“Biasanya warga menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap periode. Karena kali ini merupakan penyaluran untuk dua periode sekaligus, maka setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelasnya.

H. Kusnadi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas keberlanjutan program bantuan pangan tersebut. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada para Ketua RT dan RW yang telah membantu proses pendataan dan distribusi barcode kepada warga penerima manfaat.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat Desa Cipaat. Apresiasi juga kepada seluruh RT dan RW yang telah membantu proses pendataan dan pembagian barcode sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Untuk mengambil bantuan, warga diwajibkan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi KTP, barcode penerima bantuan, serta KTP asli yang akan diverifikasi dan didokumentasikan langsung oleh petugas di lokasi penyaluran.

Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

(Wardono Hasan Saputra | Korwil Jawa Barat)

Editor: Redaksi Krimsus86.com

Pos terkait