GOWA | Krimsus86.com – Tim Investigasi dan Monitoring LSM INAKOR melakukan peninjauan langsung ke lokasi penataan lahan di Dusun Watu-Watu, Desa Julu Pa’mai, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, guna memastikan kondisi faktual terkait berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Tim INAKOR menilai kondisi yang ditemukan berbeda dengan sejumlah isu yang beredar. Aktivitas penataan lahan yang dilakukan oleh pengusaha lokal sekaligus putra daerah, H. Baharuddin Dg Ampang, disebut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Menurut keterangan warga, kawasan yang sebelumnya didominasi batuan cadas dan tanah kapur yang sulit dimanfaatkan kini mulai memiliki nilai guna yang lebih baik setelah dilakukan penataan. Selain membuka peluang pemanfaatan lahan yang lebih produktif, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kepala Direktorat Strategi dan Birokrasi DPD Kabupaten Gowa LSM INAKOR, Jufri, menjelaskan bahwa sebelum dilakukan penataan, lahan tersebut merupakan area yang kurang produktif karena kondisi geografisnya yang didominasi batuan keras dan tanah kapur.
“Yang dilakukan adalah penataan lahan. Sebelumnya kawasan ini sulit dimanfaatkan secara maksimal. Setelah ditata, diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Jufri.
Ia menambahkan, sebagian area yang telah ditata kini mulai dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.
Jufri juga menegaskan bahwa setiap informasi yang berkembang perlu diverifikasi berdasarkan fakta lapangan dan hasil pemeriksaan pihak yang berwenang. Berdasarkan informasi yang diperoleh, aktivitas penataan lahan tersebut telah memiliki legalitas sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penataan kawasan tersebut diarahkan untuk menghadirkan fasilitas umum yang selama ini masih terbatas di Desa Julu Pa’mai, seperti lapangan dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.
“Manfaatnya sudah mulai dirasakan warga. Bahkan kawasan ini telah digunakan saat pelaksanaan Salat Idul Adha beberapa waktu lalu,” katanya.
Selain manfaat sosial, masyarakat sekitar juga merasakan dampak ekonomi berupa terbukanya peluang kerja baru yang muncul selama proses penataan berlangsung.
Sementara itu, H. Baharuddin Dg Ampang menyampaikan bahwa upaya penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari komitmennya sebagai putra daerah untuk turut mendorong kemajuan Desa Julu Pa’mai, khususnya Dusun Watu-Watu.
“Keinginan saya sederhana, bagaimana desa tempat saya lahir dan tinggal bisa berkembang. Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan adalah pembangunan sarana umum seperti lapangan, fasilitas peribadatan, dan infrastruktur yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan akses jalan yang menghubungkan antarwilayah desa dengan pembiayaan pribadi guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami ingin membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur jalan menggunakan anggaran sendiri agar aktivitas masyarakat dan ekonomi dapat berkembang lebih baik,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Jufri mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan verifikasi dan fakta lapangan dalam menyikapi setiap informasi yang berkembang, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang berimbang, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
(#Mj@19)






