Edukasi dan Silaturahmi Karang Taruna GMG, Wujudkan Generasi Hebat Tanpa Kenakalan Remaja

Cikarang Barat, Krimsus86.com – Dalam upaya mencegah tindak kejahatan jalanan, kenakalan remaja, serta maraknya tawuran antar pelajar, Karang Taruna Karya Bhakti Grand Mutiara Gading (GMG) bersama Ketua RW 12 GMG dan jajaran Polsek Cikarang Barat menggelar kegiatan edukasi dan silaturahmi bagi generasi muda dengan mengusung tema “Generasi Hebat Tanpa Kenakalan Remaja.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Perumahan Grand Mutiara Gading, RT 15, RW 12, Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (6/6/2026) pukul 20.00 WIB. Acara dihadiri sekitar 125 anggota Karang Taruna Karya Bhakti serta tokoh masyarakat dan unsur pemerintah setempat.

Berita Lainnya

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Shauza Silvia Hadi, Putri GMG yang saat ini menempuh pendidikan Semester VIII di Universitas Indraprasta sekaligus Duta Anti Narkoba Jawa Barat, serta IPTU H. Mahmudi, Kanit Binmas Polsek Cikarang Barat-Cibitung.

Turut hadir Ketua RW 12 GMG Pujiono, jajaran pengurus RW 12, para Ketua RT 01 hingga RT 17, Ketua Karang Taruna Desa Telajung Denis Aditya beserta jajaran, Babinsa Desa Telajung Saman Hudi, serta Bhabinkamtibmas Desa Telajung Munajab.

Ketua Karang Taruna Karya Bhakti GMG Giani Pangestu selaku penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antar pemuda dan masyarakat sekaligus memberikan edukasi yang bermanfaat bagi generasi muda agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.

Suasana acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Antusiasme peserta terlihat sejak pembukaan kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Tanah Airku, dilanjutkan dengan sambutan Ketua RW 12 GMG, Pujiono.

Dalam sambutannya, Pujiono berpesan kepada seluruh remaja agar mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.

“Adik-adik remaja harus selektif dalam memilih pergaulan, jauhi pergaulan bebas, jauhi narkoba, dan isi waktu dengan kegiatan yang positif seperti mengaji, berolahraga, serta mengembangkan potensi diri. Generasi muda saat ini adalah calon Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pujiono juga membacakan Maklumat Pemuda Karang Taruna Desa yang kemudian diikuti seluruh peserta. Isi maklumat tersebut menegaskan komitmen pemuda untuk menjadi garda terdepan pembangunan desa, menolak narkoba dan tawuran, mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan, serta menjaga persatuan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sementara itu, IPTU H. Mahmudi memberikan materi mengenai kenakalan remaja dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Menurutnya, kenakalan remaja dapat dipengaruhi faktor internal seperti krisis identitas dan lemahnya kontrol diri, maupun faktor eksternal yang berasal dari keluarga, lingkungan pergaulan, dan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa bentuk kenakalan remaja sangat beragam, mulai dari bolos sekolah, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Kunci utama untuk menghindari kenakalan remaja adalah membangun komunikasi yang baik, menjadi pendengar yang baik, aktif dalam kegiatan positif dan bermanfaat, serta mengurangi kebiasaan nongkrong hingga larut malam,” jelasnya.

Dalam sesi berikutnya, Duta Anti Narkoba Jawa Barat, Shauza Silvia Hadi, menyampaikan edukasi mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan cita-cita para penggunanya.

“Penyalahgunaan narkoba akan berdampak besar terhadap kesehatan fisik dan mental, bahkan dapat menghancurkan masa depan generasi muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa,” ungkap Shauza.

Melalui kegiatan edukasi dan silaturahmi ini, Karang Taruna Karya Bhakti GMG berharap para pemuda semakin memahami pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif serta mampu menjadi generasi yang berkarakter, produktif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

(Dwi Eko)

Pos terkait