Halmahera Utara – Krimsus86.com
Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi SAR Gabungan, tim yang terdiri dari personel Brimob Polda Maluku Utara, Basarnas, BPBD, TNI, serta relawan setempat terus melanjutkan proses pencarian dan evakuasi terhadap korban pendaki yang terjebak akibat erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Minggu (10/05/2026).
Operasi dilaksanakan di kawasan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, tepatnya di titik koordinat 1°42’13.7″N / 127°52’50.2″E. Tim SAR Gabungan bergerak menuju area gunung guna melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir kedua korban saat erupsi terjadi.
Meskipun titik keberadaan korban berhasil ditemukan, proses evakuasi berlangsung cukup lambat akibat kondisi medan yang ekstrem dan tingginya aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung hingga saat ini.
Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan yakni material vulkanik yang menimbun korban dalam kondisi sangat padat dan sulit dilakukan penggalian. Selain itu, korban diduga tertimpa material batu berukuran besar akibat erupsi, sehingga kondisi jasad korban sudah tidak utuh dan hanya tersisa tulang belulang.
Di tengah proses evakuasi, Gunung Dukono masih terus menyemburkan abu vulkanik, material panas, serta lontaran batu pijar ke berbagai arah. Kondisi tersebut membuat seluruh personel SAR harus bekerja ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan tim di lapangan.
Pada pukul 15.00 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban meninggal dunia (MD) dari bibir kawah Gunung Dukono menuju Pos Komando Taktis (Poskotis).
Kedua korban diketahui bernama Hengwekiang Thimoty, laki-laki usia 30 tahun, serta Sahin Mohrej Abd Hamid, laki-laki usia 27 tahun. Keduanya merupakan warga negara Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang saat aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono.
Selanjutnya, pada pukul 17.45 WIT, Tim SAR Gabungan bersama kedua korban tiba di Poskotis. Dengan selesainya proses evakuasi tersebut, Operasi SAR Gabungan secara resmi dinyatakan ditutup.
Pihak tim gabungan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut, sekaligus mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk selalu mematuhi aturan keselamatan serta memperhatikan status aktivitas gunung api sebelum melakukan pendakian.
Pewarta: Mirwan Taher






