Krimsus86.com, Kutacane, 23 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027 di Aula Kantor Camat Lawe Sigala-Gala, Senin (23/2).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, bersama Anggota DPRK Aceh Tenggara Dapil 3, pejabat Eselon II dan III, unsur Forkopimcam Lawe Sigala-Gala, para kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penyusunan RKPK Tahun 2027 harus dilaksanakan sesuai tahapan peraturan perundang-undangan dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI).
“Tidak boleh ada penganggaran tanpa perencanaan, dan tidak ada perencanaan tanpa penganggaran. Seluruh usulan program wajib terinput dalam sistem agar sinkron dengan APBK 2027,” tegas Bupati.
Fokus Pemulihan dan Penguatan Ekonomi
Bupati menyampaikan bahwa arah pembangunan Tahun 2027 difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana alam. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga memprioritaskan:
Penguatan ketahanan pangan dan energi
Pengendalian inflasi daerah
Percepatan penurunan stunting
Pemberantasan narkoba melalui program Desa Bersinar
Penguatan penegakan syariat Islam
Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan
Peningkatan konektivitas desa menuju pusat produksi dan aktivitas ekonomi
Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
DPRK: Komitmen Serap Aspirasi Masyarakat
Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Tenggara, Arnol Napitupulu, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati dalam Musrenbang menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Menurutnya, Musrenbang merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah guna meningkatkan daya saing.
Ia juga menekankan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama karena merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat.
“Komoditas jagung dan kakao memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian,” ujarnya.
Arnol menyampaikan optimisme terhadap kinerja pemerintah daerah yang dinilai konsisten dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Sinkronisasi Kebutuhan Masyarakat
Camat Lawe Sigala-Gala, Ari Syafrizal Arma, menegaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Kami berharap setiap usulan benar-benar prioritas dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga serta dapat dikawal hingga tingkat kabupaten,” ungkapnya.
Melalui Musrenbang RKPK Tahun 2027 ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menegaskan komitmennya dalam membangun daerah secara terarah, transparan, dan partisipatif demi terwujudnya Aceh Tenggara yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Pewarta: Muhammadin
Sumber: Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara






