Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Siswa SDN 1 Candi Dirawat di Puskesmas Selomerto 1

Krimsus86.com, Wonosobo – Masyarakat Kabupaten Wonosobo, khususnya di Kecamatan Selomerto, menyampaikan keprihatinan atas kejadian dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Desa Sumberwulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan tersebut. Tim media yang mendatangi lokasi SPPG mendapati bahwa dapur penyedia MBG tersebut sudah tidak beroperasi sejak hari Senin hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan sementara ini diperkuat dengan adanya surat resmi dari pihak SPPG kepada kepala sekolah terkait penghentian operasional sementara dapur.

Berita Lainnya

Sementara itu, saat dilakukan pengecekan di Puskesmas Selomerto 1, petugas menyampaikan bahwa terdapat satu pasien yang menjalani perawatan dan pada hari tersebut telah diperbolehkan pulang. Penelusuran lebih lanjut mengonfirmasi bahwa seorang siswa SDN 1 Candi berinisial TT, putra dari ET, menjalani perawatan sejak Sabtu malam hingga Senin sore.

Menurut keterangan orang tua, pada Sabtu malam setelah waktu Magrib, anaknya mengeluhkan sakit perut dan mengalami diare dengan kondisi wajah pucat. Orang tua kemudian segera membawa yang bersangkutan ke Puskesmas Selomerto 1 untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan adanya zat yang dinyatakan cukup berbahaya di dalam tubuh pasien. Setelah mendapatkan perawatan intensif dan kondisi membaik, pasien diperbolehkan pulang pada Senin sore.

Selain kasus tersebut, dilaporkan pula bahwa sejumlah siswa dari SDN 3 Karangrejo dan beberapa siswa TK mengalami keluhan serupa dan menjalani pemulihan dengan biaya mandiri. Hingga saat ini, menurut informasi yang diterima, belum ada kunjungan maupun pendataan langsung dari pihak SPPG terkait kondisi para siswa tersebut.

Atas kejadian ini, masyarakat berharap adanya langkah cepat dan transparan dari pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), koordinator SPPG tingkat kabupaten maupun kecamatan, guna melakukan evaluasi menyeluruh, investigasi, serta memastikan keamanan dan kelayakan distribusi program Makanan Bergizi Gratis ke depannya.

Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama.

Demikian siaran pers ini disampaikan sebagai bentuk informasi kepada publik.

Wonosobo, 11 Februari 2026

Pawarta: SS & Tim KJN

Editor: Krimsus86.com

Pos terkait