Krimsus86.com, Tegal, Jawa Tengah – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi pengungsi serta lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wapres menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah. Ia meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing, mengingat kondisi tanah di wilayah terdampak masih labil dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Wapres juga secara khusus menginstruksikan agar kebutuhan kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas, dipenuhi secara maksimal. Selain itu, ia meminta ketersediaan layanan kesehatan, termasuk tenaga medis dan obat-obatan, disiagakan selama 24 jam di lokasi pengungsian.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Jangan kembali ke rumah sebelum benar-benar dinyatakan aman,” tegas Wapres di hadapan para pengungsi.
Selain meninjau kondisi pengungsian, Wapres juga memberikan jaminan kepada warga yang kehilangan dokumen penting akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK). Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk segera memproses penerbitan dokumen pengganti secara cepat dan mudah.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah daerah memastikan seluruh warga yang saat ini mengungsi akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan hunian yang telah disiapkan oleh pemerintah.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa bencana tanah bergerak tersebut berdampak pada 464 rumah, dengan total 2.426 jiwa terpaksa mengungsi dan saat ini berada di empat posko utama.
Ischak menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan rencana relokasi warga ke lahan milik Perhutani yang dinilai memiliki kondisi tanah lebih stabil dan aman untuk hunian jangka panjang.
Sumber: BPMI Setwapres
Pewarta: Dapid KBR & FRIC Muara Enim






