PRABUMULIH | Krimsus86.com, 10 Juni 2026 – Sejumlah warga yang terdampak kebakaran di kawasan rumah kos belakang Gereja Pertamina, Kelurahan Parit Galung, Kota Prabumulih, mengeluhkan minimnya bantuan logistik yang diterima selama berada di posko darurat yang didirikan pascakebakaran.
Diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih telah mendirikan tenda dan posko darurat sebagai langkah cepat tanggap bencana untuk membantu para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Namun, dalam pelaksanaannya, beberapa warga mengaku masih menghadapi berbagai kendala. Salah seorang warga terdampak yang akrab disapa Ucok mengungkapkan bahwa bantuan makanan yang diterima dinilai belum mencukupi kebutuhan sehari-hari para korban.
“Kami hanya mendapat makanan satu kali sehari, yaitu pada siang hari. Sementara untuk kebutuhan makan pagi dan malam, kami harus mencari sendiri,” ujarnya kepada media.
Selain persoalan konsumsi, warga juga mengeluhkan masih terputusnya aliran gas di area terdampak kebakaran. Kondisi tersebut membuat para korban kesulitan memasak makanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari di lokasi pengungsian sementara.
Menurut warga, hingga saat ini mereka masih berharap adanya perhatian lebih lanjut dari instansi terkait agar kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi secara maksimal selama masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak dinas terkait mengenai keluhan yang disampaikan warga terdampak kebakaran tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah-langkah penanganan lanjutan guna memastikan kondisi para korban tetap terlayani dengan baik selama berada di posko darurat.
Reporter: Radius






