BANGGAI LAUT, KRIMSUS86.COM – Tiga tahun berlalu sejak Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dibangun di Kelurahan Dodung, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut. Namun, hingga kini manfaat utama dari program tersebut disebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.
Proyek Pamsimas Tahun Anggaran 2022 dengan nilai anggaran sekitar Rp245 juta tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Sorotan bukan semata-mata tertuju pada keberadaan fisik bangunan, melainkan pada fungsi utama program penyediaan air bersih yang hingga saat ini dipertanyakan warga.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah sarana pendukung telah tersedia. Reservoir telah dibangun, jaringan perpipaan telah terpasang, meteran air tersedia, serta perangkat pompa disebut menjadi bagian dari fasilitas yang dibangun dalam proyek tersebut.
Namun, keberadaan infrastruktur tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.
Pasalnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari lapangan, hingga kurang lebih tiga tahun setelah proyek dilaksanakan, air bersih dari sistem tersebut disebut belum mengalir secara optimal dan belum dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat Kelurahan Dodung.
Bangunan Ada, Air Belum Mengalir
Kondisi inilah yang kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat.
Dengan anggaran sekitar Rp245 juta yang telah dialokasikan untuk pembangunan sistem penyediaan air bersih tersebut, masyarakat mempertanyakan kendala yang menyebabkan fasilitas belum memberikan manfaat nyata sebagaimana tujuan awal program.
Warga disebut masih mengandalkan sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Padahal, air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Program Pamsimas sejatinya tidak hanya bertujuan menghadirkan bangunan fisik seperti reservoir, jaringan pipa, pompa maupun meteran air.
Tujuan utama program adalah memastikan masyarakat dapat memperoleh akses terhadap air bersih.
Jika seluruh atau sebagian besar infrastruktur pendukung telah tersedia, namun air belum dapat didistribusikan dan dimanfaatkan masyarakat secara maksimal, maka publik menilai perlu adanya penjelasan terbuka mengenai fungsi dan efektivitas proyek tersebut.
Sejumlah Pertanyaan Masih Menunggu Penjelasan
Persoalan ini semakin menjadi perhatian setelah sejumlah pihak yang dikonfirmasi disebut belum memberikan penjelasan secara utuh mengenai penyebab utama fasilitas tersebut belum dapat berfungsi secara maksimal.
Terdapat pihak yang menyampaikan bahwa perannya hanya berkaitan dengan urusan administrasi, sementara persoalan teknis dan pengelolaan kegiatan disebut berada pada pihak lain.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kejelasan pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam memastikan program tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Publik pun mempertanyakan sejumlah hal, di antaranya:
Apa kendala utama yang menyebabkan sistem Pamsimas belum berfungsi optimal?
Apakah persoalan berada pada jaringan perpipaan, pompa, sumber air, sistem distribusi, pengelolaan atau faktor lainnya?
Apakah kebutuhan listrik untuk pengoperasian fasilitas menjadi salah satu kendala?
Jika benar terdapat persoalan kebutuhan listrik atau sarana pendukung lainnya, apakah hal tersebut telah diperhitungkan sejak tahap perencanaan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dinilai penting untuk dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Rp245 Juta, Manfaat Belum Maksimal Dipertanyakan
Anggaran telah dialokasikan dan infrastruktur telah dibangun. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, manfaat utama berupa tersedianya akses air bersih dari sistem tersebut disebut belum dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat hingga hampir tiga tahun setelah pelaksanaan proyek.
Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penjelasan dan evaluasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai proses perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, penggunaan anggaran, serta kendala yang menyebabkan fasilitas belum berfungsi sebagaimana tujuan program.
Selain itu, perlu ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab memastikan sistem penyediaan air bersih tersebut dapat beroperasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Publik berharap persoalan ini tidak berhenti hanya pada keberadaan bangunan dan fasilitas fisik semata. Yang lebih penting, menurut warga, adalah memastikan air bersih benar-benar dapat mengalir dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Dodung.
Pemerintah daerah, pengelola program, serta pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus mengambil langkah konkret untuk mengidentifikasi kendala dan memperbaiki sistem yang ada.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah program penyediaan air bersih tidak hanya diukur dari berdirinya reservoir, terpasangnya pipa, atau tersedianya pompa. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika air benar-benar mengalir dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
KRIMSUS86.COM akan terus membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pemerintah daerah, pengelola kegiatan, pelaksana program, maupun pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang lengkap, akurat, dan berimbang mengenai kondisi proyek Pamsimas tersebut.
(Susanto//red)






