Garut Krimsus86.com, 28 Mei 2026 — SMA IT Mekarjaya memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar mengenai dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta kegiatan study tour yang disebut dilakukan oleh pihak sekolah.
Kepala SMA IT Mekarjaya, Dedi, M.Pd, menegaskan bahwa seluruh penggunaan Dana BOS di lingkungan sekolah telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tidak ada penyimpangan dalam penggunaan Dana BOS sekolah. Seluruh pengelolaan anggaran dilakukan sesuai aturan dan juknis yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Dedi, Rabu (27/5/2026).
Terkait pemberitaan mengenai jumlah siswa dan nominal Dana BOS yang diterima sekolah, pihak SMA IT Mekarjaya menyatakan bahwa data yang dimuat dalam salah satu media tidak sesuai dengan data resmi sekolah pada tahun berjalan.
“Data jumlah siswa maupun besaran Dana BOS yang diberitakan tidak sesuai dengan data resmi yang kami miliki. Kami juga tidak mengetahui sumber data yang digunakan media tersebut,” jelasnya.
Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa memang terdapat kunjungan dari pihak media ke sekolah, namun pada saat itu Kepala Sekolah tidak sempat bertemu secara langsung karena adanya aktivitas lain.
Selain itu, SMA IT Mekarjaya membantah adanya kegiatan study tour sebagaimana yang diberitakan. Kegiatan yang dilaksanakan, menurut pihak sekolah, merupakan acara syukuran kelulusan siswa kelas XII yang dilaksanakan secara sederhana.
Sekolah menegaskan bahwa biaya kegiatan tersebut bukan berasal dari pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP), melainkan hasil tabungan sukarela para siswa.
“Dana kegiatan berasal dari tabungan siswa sendiri yang dilakukan secara sukarela ketika dana PIP cair. Tidak ada pemotongan maupun unsur paksaan dari pihak sekolah,” tegas Dedi.
Melalui klarifikasi ini, SMA IT Mekarjaya berharap masyarakat dapat menerima informasi secara utuh dan berimbang serta tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Pihak sekolah juga menyatakan tetap terbuka terhadap komunikasi dan konfirmasi dari berbagai pihak demi menjaga transparansi serta kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
(Ajang Setiana.SPd)






