WONOSOBO — KRIMSUS86.COM — Kopi Robusta Gunung Windu yang diproduksi masyarakat Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Karya Jurnalis Nusantara (KJN), Cakmet, saat tim KJN melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Hutan (KTH) Windusari Jaya di Desa Erorejo, Jumat, 10 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim KJN bertemu dengan Ketua KTH Windusari Jaya, Sutekno, untuk melihat secara langsung potensi produksi kopi Robusta Gunung Windu yang dikembangkan masyarakat setempat.
Menurut Cakmet, kopi Robusta dari Erorejo tidak semata-mata merupakan hasil perkebunan rakyat, tetapi memiliki peluang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat apabila dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan.
“Robusta Gunung Windu memiliki potensi yang besar. Jangan sampai hanya berhenti sebagai hasil perkebunan dengan nilai jual terbatas. Komoditas ini perlu didorong agar memiliki nilai tambah dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani,” ujar Cakmet.
Ia menilai diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, kelompok tani, pelaku usaha, komunitas kopi, serta masyarakat dalam membangun ekosistem pengembangan kopi dari hulu hingga hilir.
Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kualitas budidaya, pemilihan dan pengolahan biji kopi, proses pascapanen, pengemasan, branding, sertifikasi bila diperlukan, hingga perluasan akses pasar.
Dengan pengelolaan yang konsisten, kata Cakmet, peningkatan nilai tambah tidak hanya akan berdampak terhadap harga jual kopi, tetapi juga berpotensi memperkuat pendapatan petani serta menggerakkan perekonomian Desa Erorejo dan Kecamatan Wadaslintang.
“Yang dibutuhkan petani bukan sekadar kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah keberlanjutan, pendampingan, peningkatan kualitas, akses pasar, serta kebijakan yang benar-benar memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat,” tegasnya.
Potensi pemasaran kopi Robusta Erorejo yang disebut telah mendapat perhatian dari pasar di luar daerah bahkan luar negeri, menurut KJN, dapat menjadi momentum untuk mendorong produk lokal tersebut semakin dikenal. Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan pembuktian melalui kualitas produk, konsistensi produksi, tata kelola usaha, serta kemampuan memenuhi standar pasar.
KJN juga mendorong agar potensi kopi Gunung Windu mendapat perhatian lebih serius dari pemangku kebijakan, sehingga petani tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi dapat memperoleh manfaat lebih besar dari rantai nilai komoditas kopi.
Robusta Gunung Windu diharapkan mampu bergerak dari kebun rakyat menjadi produk unggulan, dari Desa Erorejo menuju pasar nasional, dan dari Wonosobo menuju panggung dunia.
DPP Karya Jurnalis Nusantara (KJN) menyatakan akan terus mendorong pengembangan potensi daerah sekaligus mengangkat aspirasi masyarakat agar berbagai komoditas lokal dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
DPP KJN — Karya Jurnalis Nusantara
Mengawal potensi daerah, mengangkat suara masyarakat, dan mendorong kemajuan Wonosobo.
(Tim KJN//Red)






