Warga Pertanyakan Kinerja dan Pengawasan Penerangan Jalan Umum di Lawang Wetan
MUSI BANYUASIN — KRIMSUS86.COM – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di Desa Simpang Sari, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menjadi sorotan masyarakat. Lampu PJU yang berada di depan Masjid Jami’ dilaporkan tidak berfungsi pada malam hari, sementara sejumlah lampu PJU di sepanjang jalan raya justru terlihat menyala pada siang hari.
Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan diharapkan segera mendapat perhatian dari instansi terkait. Terlebih, informasi mengenai PJU di depan Masjid Jami’ yang tidak berfungsi dikabarkan telah disampaikan sebelumnya kepada pihak terkait.
Namun hingga kini, masyarakat masih menunggu tindak lanjut berupa pengecekan dan perbaikan langsung di lapangan.
Persoalan tersebut dinilai cukup sederhana, tetapi menyangkut kepentingan masyarakat luas. Saat malam hari, ketika penerangan jalan sangat dibutuhkan, lampu PJU di depan masjid justru dalam kondisi padam. Sebaliknya, pada siang hari, ketika cahaya penerangan tidak diperlukan, sejumlah lampu PJU di sepanjang jalan terlihat tetap menyala.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai sistem pengoperasian, pemantauan, serta pemeliharaan PJU di wilayah tersebut.
Penerangan jalan umum merupakan salah satu fasilitas publik yang memiliki fungsi penting dalam menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat. Pada malam hari, keberadaan PJU sangat membantu pengguna jalan yang melintas maupun warga yang melakukan aktivitas di sekitar lokasi, termasuk masyarakat yang hendak beribadah di Masjid Jami’ Simpang Sari.
Karena itu, kerusakan PJU yang tidak segera ditangani dinilai dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, terutama apabila kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
Di sisi lain, lampu PJU yang menyala pada siang hari juga perlu menjadi perhatian apabila terjadi secara berulang. Sistem pengoperasian PJU semestinya dapat memastikan lampu bekerja pada waktu yang dibutuhkan sehingga penggunaan energi dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Masyarakat berharap pihak terkait tidak hanya menerima dan mencatat laporan, tetapi juga segera melakukan pemeriksaan secara langsung di lokasi.
Pengecekan diperlukan untuk mengetahui penyebab PJU tidak berfungsi pada malam hari, apakah berkaitan dengan kondisi lampu atau armatur, jaringan listrik, panel kontrol, sistem otomatisasi, maupun gangguan teknis lainnya.
Pemeriksaan juga diharapkan dilakukan terhadap titik-titik PJU lainnya di sepanjang ruas jalan Desa Simpang Sari. Hal tersebut penting untuk memastikan apakah persoalan hanya terjadi pada satu titik atau terdapat gangguan pada sistem PJU secara lebih luas.
Masyarakat pada prinsipnya tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Warga hanya berharap fasilitas publik yang tersedia dapat berfungsi sebagaimana mestinya, terutama ketika fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Kini masyarakat menunggu langkah konkret dari instansi terkait untuk turun ke lapangan, melakukan pemeriksaan, memperbaiki kerusakan, serta memastikan seluruh PJU dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
Sebab, ukuran pelayanan publik bukan hanya terletak pada ada atau tidaknya laporan dari masyarakat, tetapi juga pada seberapa cepat laporan tersebut ditindaklanjuti dan persoalan benar-benar diselesaikan.
(Enis//red)





