JENEPONTO, KRIMSUS86.COM — Peringatan peristiwa Gerakan 30 September/PKI menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam rangka mempertahankan ideologi Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H., mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan sejarah serta menjadikan berbagai peristiwa masa lalu sebagai pelajaran penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peristiwa G30S/PKI menjadi pengingat bahwa perpecahan adalah awal kehancuran bangsa. Persatuan adalah fondasi utama tegaknya NKRI,” ujar AKBP Haryo Basuki, Rabu (30/09/2026).
Menurut Kapolres, mengenang jasa para pahlawan tidak sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wujud komitmen untuk meneruskan perjuangan dengan menjaga persatuan, keutuhan bangsa, serta mencegah berbagai bentuk ancaman yang dapat memecah belah masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya penyampaian sejarah kepada generasi muda secara utuh dan berdasarkan fakta sejarah agar peristiwa masa lalu dapat dipahami secara baik serta menjadi bahan pembelajaran bagi generasi penerus.
“Sejarah tidak boleh dipelintir atau dilupakan. Generasi muda harus mengetahui fakta yang sebenarnya agar memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan dan kedamaian,” tegasnya.
AKBP Haryo Basuki menambahkan, menjaga persatuan dan kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan daerah.
Untuk itu, masyarakat Kabupaten Jeneponto diajak mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta terus menjaga kerukunan dan keharmonisan antarwarga.
“Jeneponto yang kaya akan keberagaman dan kearifan lokal harus menjadikan persatuan sebagai modal utama pembangunan. Mari isi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
HUMAS POLRES JENEPONTO
(Andi Lukman//Red)






