HALMAHERA SELATAN — KRIMSUS86.COM — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi kesempatan bagi Kepala Desa Dowora, Eli Saleh, untuk menyuarakan persoalan krisis air bersih yang hingga kini masih dihadapi masyarakat.
Dalam sambutannya, Eli Saleh menyampaikan bahwa tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” seharusnya tidak berhenti sebagai slogan atau ucapan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur merupakan harapan besar masyarakat. Khususnya kami di Desa Dowora yang saat ini mengalami krisis air bersih. Kami berharap ada solusi untuk kami, bukan hanya sekadar menjadi slogan atau ucapan seremonial, tetapi membutuhkan tindakan nyata yang dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Eli Saleh.
Menurutnya, persoalan air bersih semakin dirasakan masyarakat karena saat ini berada dalam kondisi musim kemarau. Ketersediaan air bersih, kata dia, merupakan kebutuhan dasar yang semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Karena itu, dirinya memohon perhatian Presiden Republik Indonesia, Gubernur Maluku Utara, serta Bupati Halmahera Selatan agar persoalan air bersih di Desa Dowora dapat segera ditangani.
“Indonesia berdaulat, adil dan makmur bukan hanya dalam bentuk ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Saat ini masyarakat Dowora mengalami krisis air bersih, apalagi kita sedang diperhadapkan dengan kondisi musim kemarau,” tegasnya.
Eli Saleh berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat Desa Dowora dan mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Ia menjelaskan, Desa Dowora telah berdiri kurang lebih satu abad dengan jumlah penduduk lebih dari 2.000 jiwa. Namun, hingga saat ini masyarakat belum menikmati akses air bersih yang layak dan berkelanjutan sebagaimana masyarakat di sejumlah desa lainnya.
Menurutnya, kondisi tersebut telah menjadi persoalan serius karena masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih secara mandiri.
“Kami saat ini sudah tidak lagi berdaya soal air bersih. Dengan harapan kepada pihak pemerintah agar mencarikan kami solusi. Kalau bukan kalian tempat kami untuk mengadu, lantas di mana lagi? Dan kalau bukan sekarang kami menyampaikan, lantas kapan lagi?” ungkapnya.
Ia berharap persoalan air bersih tidak hanya mendapatkan perhatian ketika terjadi kondisi darurat, tetapi pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar masyarakat Desa Dowora memiliki akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, terutama dalam menghadirkan kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh masyarakat.
“Momentum kemerdekaan ini hendaknya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat di Desa Dowora. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan air bersih masyarakat,” harapnya.
Kepala Desa Dowora menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan ucapan tentang kemerdekaan, tetapi juga tindakan nyata dari pemerintah agar makna kemerdekaan benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Ia pun berharap HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perhatian serius serta menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan sekaligus harapan masyarakat Desa Dowora.
(Sarjan Taib//red)






