Pemkab Buol dan MUI Gelar Salat Istisqa Serentak, Jumat 4 September 2026 Ikhtiar Bersama Memohon Turunnya Hujan, Masyarakat Diajak Hadir dan Mengikuti dengan Khusyuk

BUOL, KRIMSUS86.COM — Pemerintah Daerah Kabupaten Buol bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol akan melaksanakan Salat Istisqa secara serentak di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Buol, pada Jumat, 4 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama antara pemerintah daerah, para ulama dan seluruh lapisan masyarakat dalam memohon pertolongan Allah SWT agar Kabupaten Buol diberikan curahan hujan, keberkahan serta dijauhkan dari berbagai dampak kekeringan dan kesulitan yang berkaitan dengan kondisi cuaca.

Berita Lainnya

Berdasarkan informasi publikasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Buol bersama MUI Kabupaten Buol, pelaksanaan Salat Istisqa dijadwalkan sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Jumat, 4 September 2026

Waktu: Pukul 06.30 WITA

Pelaksanaan: Serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Buol

Tingkat Kabupaten dan Kecamatan Biau: Halaman Kantor Bupati Buol

Salat Istisqa merupakan salat sunnah yang dilaksanakan umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan atau membutuhkan turunnya hujan. Pelaksanaannya tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak doa, istighfar serta memohon ampun dan pertolongan kepada Allah SWT.

Pemkab dan MUI Ajak Masyarakat Bersatu dalam Doa

Pelaksanaan Salat Istisqa ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Buol bersama MUI Kabupaten Buol.

Dalam publikasi kegiatan tersebut turut ditampilkan Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, M.M., Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., serta Ketua MUI Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, S.H., M.H.

Pelaksanaan secara serentak di seluruh kecamatan diharapkan menjadi gerakan bersama masyarakat Kabupaten Buol untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat yang dapat terdampak oleh kekeringan.

Pemerintah daerah bersama MUI juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam di Kabupaten Buol, untuk bersama-sama menghadiri dan mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa di wilayah masing-masing dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat maupun aparatur pemerintah, tetapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat. Kehadiran masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dari ikhtiar bersama, karena Salat Istisqa pada hakikatnya merupakan doa kolektif yang dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati dan keikhlasan.

Bukan Sekadar Menunggu Turunnya Hujan

Di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama, pelaksanaan Salat Istisqa juga menjadi pengingat bahwa persoalan kekeringan tidak hanya membutuhkan ikhtiar spiritual melalui doa, tetapi juga harus diiringi dengan langkah nyata dalam menjaga lingkungan.

Pengelolaan sumber air, perlindungan kawasan hutan, menjaga daerah resapan, menghindari pemborosan air hingga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca merupakan langkah penting yang harus terus dilakukan secara bersama-sama.

Doa menjadi ikhtiar spiritual, sementara menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan ikhtiar nyata manusia.

Karena itu, pelaksanaan Salat Istisqa pada Jumat mendatang diharapkan tidak hanya menjadi sebuah seremoni, melainkan juga menjadi momentum refleksi bersama antara pemerintah, ulama dan masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air, tetap menjadi perhatian.

Dengan dilaksanakannya Salat Istisqa secara serentak di seluruh kecamatan, masyarakat Kabupaten Buol diharapkan tidak hanya memanjatkan doa agar hujan segera turun, tetapi juga semakin membangun kesadaran bersama bahwa air merupakan kebutuhan hidup yang harus dijaga, dilindungi dan dikelola secara bijaksana untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Reporter: Syafri Sakula, S.IP

BIRO BUOL, SULTENG/RED

Pos terkait