Pangdam XIV/Hasanuddin di Hadapan 6.000 Mahasiswa: Generasi Muda Pewaris Estafet Kepemimpinan Bangsa

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Krimsus86.com — Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyampaikan pesan kebangsaan dan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan Indonesia saat menghadiri kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (1/9/2026).

Di hadapan sekitar 6.000 mahasiswa baru, Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan orasi ilmiah di bidang pertahanan sekaligus memberikan pandangan mengenai posisi strategis mahasiswa sebagai generasi penerus dan pewaris estafet kepemimpinan bangsa.

Berita Lainnya

Mengangkat tema “Mahasiswa Pewaris Estafet Kepemimpinan Bangsa”, Pangdam XIV/Hasanuddin mengingatkan para mahasiswa bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan sebuah peluang besar yang harus dibarengi dengan tanggung jawab untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Kalian sebagian kecil dari orang yang punya kesempatan untuk menuntut ilmu di universitas favorit. Belajar dengan baik karena kalian yang akan menjadi pemimpin ke depan,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Pesan tersebut disampaikan di tengah keberagaman latar belakang ribuan mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar. Para mahasiswa tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Indonesia, termasuk Papua dan Kalimantan. Bahkan, terdapat pula mahasiswa yang berasal dari Malaysia.

Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persatuan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah perbedaan.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Bangun Nawoko turut membagikan pengalaman perjalanan hidupnya kepada para mahasiswa baru. Ia menceritakan bahwa sebelum mencapai posisinya saat ini, dirinya juga pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana, termasuk ngarit dan mencangkul setelah menyelesaikan pendidikan sekolah.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mengajarkan pentingnya kerja keras, ketekunan, dan doa dalam meraih keberhasilan.

“Saya juga dulu ngarit, nyangkul setelah selesai sekolah. Dan Alhamdulillah bisa seperti ini. Kunci suksesnya gampang. Bekerja, berupaya dan berdoa lebih dari orang lain,” ungkapnya.

Mayjen TNI Bangun Nawoko juga menyampaikan kebanggaannya terhadap anak-anaknya yang pernah menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Menurutnya, masa pendidikan merupakan kesempatan penting yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kapasitas, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dan perjalanan menuju kesuksesan, Pangdam XIV/Hasanuddin turut menyinggung perkembangan geopolitik global yang saat ini masih diwarnai berbagai konflik dan peperangan di sejumlah negara.

Menurutnya, dinamika keamanan dunia dapat berubah dengan cepat. Kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi generasi muda Indonesia untuk memahami perkembangan dunia sekaligus tetap memiliki kesadaran kuat terhadap kepentingan nasional dan masa depan bangsa.

Karena itu, mahasiswa diajak untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta memiliki komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di tengah perubahan geopolitik dunia dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan bangsa.

Kampus diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya generasi yang tidak hanya berilmu dan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta siap mengambil bagian dalam estafet kepemimpinan Indonesia di masa mendatang.

Kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin di hadapan sekitar 6.000 mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

Lebih dari itu, masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan generasi muda yang kelak menerima serta melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan nasional.

Dengan semangat belajar, kerja keras, persatuan, dan wawasan kebangsaan, mahasiswa diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Narasumber Utama:

Mayjen TNI Bangun Nawoko

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin

Mj@.19/Red.

Pos terkait