Krimsus86.com Gowa – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko, memberikan kuliah umum di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan fakultas, serta ratusan mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., didampingi para Wakil Rektor, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Prof. Dr. Andi Aderus, Lc., M.A., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Muhammad Khalifah, M.Ag., serta Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. Muhammad Amri, Lc., M.Ag. Turut hadir pula Kepala Biro AUPK Dr. Kaswad Sartono, M.Ag., serta para dekan di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
Dalam pemaparannya, Pangdam XIV/Hasanuddin menyampaikan analisis terkait dinamika geopolitik global serta langkah strategis pemerintah Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa konflik global yang terjadi saat ini mencerminkan kondisi krisis multipusat yang berpotensi berdampak langsung terhadap stabilitas dan keamanan nasional Indonesia.
“Perkembangan konflik global, termasuk di kawasan Timur Tengah, menunjukkan adanya ancaman yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga merambah sektor energi, pangan, logistik, hingga informasi,” ungkapnya.
Pangdam menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor energi menjadi salah satu faktor strategis yang perlu diantisipasi melalui kebijakan diplomasi dan penguatan ketahanan nasional. Ia juga menyinggung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika global.
Selain itu, Pangdam menyoroti kondisi anggaran pertahanan Indonesia yang masih berada di bawah satu persen dari Produk Domestik Bruto, sehingga diperlukan strategi kolaboratif melalui diplomasi internasional serta peningkatan profesionalisme pertahanan.
“Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan mengedepankan diplomasi sebagai upaya menjaga stabilitas dan kepentingan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh aspek militer, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Rakyat yang sehat, produktif, dan sejahtera menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan nasional yang tangguh.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan, serta perlunya pengawasan terhadap potensi kebocoran yang dapat merugikan negara.
Di akhir kuliah umum, Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan peran strategis Kodam sebagai pelaksana kebijakan negara di tingkat wilayah, dengan jangkauan hingga ke pelosok desa. Hal ini menjadi kekuatan dalam mendukung program pemerintah, menjaga stabilitas keamanan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Kuliah umum berlangsung secara interaktif dan mendapatkan respons positif dari civitas akademika UIN Alauddin Makassar, yang menilai kegiatan ini memberikan wawasan komprehensif mengenai dinamika global serta peran Indonesia dalam menjaga ketahanan nasional di tengah tantangan dunia yang terus berkembang.
Penulis: Mj@.19






